Giri Menang (Suara NTB) – Sejumlah warga menolak pembebasan lahan jalur dua Kota Gerung, dari masjid Baitul Atiq hingga kantor Dinas Perhubungan Lombok Barat (Lobar). Penolakan ini muncul karena alasan warga meminta nilai harga tanahnya sebelum tim appraisal turun melakukan tafsir atau appraisal harga. Sementara keinginan warga ini disebut melanggar regulasi.
Akibat penolakan sejumlah warga ini, pembebasan lahan pun tertunda dari target. Camat Gerung Fitriati Wahyuni, SP., mengatakan, terkait pembahasan lahan tersebut masih ada komunikasi yang belum ketemu antara keinginan sejumlah pemilik lahan dengan pihak pemerintah. Dari pihak pemerintah mengacu aturan, tim appraisal akan turun setelah ada SK penetapan lokasi (Penlok).
“Sementara sebagian warga tersebut menginginkan mereka harus (diberikan) harga dulu, jadi di situ tempat belum ketemunya,” kata Camat Gerung ini, Kamis (23/4/2026).
Dari puluhan warga yang akan dibebaskan lahannya, sebagian besar yang setuju. Sedangkan sisanya, enam orang belum ada titik temu. Lahan yang dibebaskan terdiri dari dua segmen. Segmen 1 dari Baitul Atiq sampai jembatan, dan segmen 2 dari jembatan hingga dekat kantor Dinas Perhubungan.
Namun, informasi dari pihak Dinas PU Lobar, bahwa mereka akan membentuk tim kajian terhadap penolakan dari sejumlah warga ini. Meskipun dinilai penolakan ini tidak substantif, karena tak mendasar.
Tim appraisal ini sendiri berasal dari kalangan profesional sehingga dari sisi kapasitas dan independensi benar-benar teruji. Kemungkinan kata dia, setelah HUT Lobar ini proses appraisal ini akan dilanjutkan. Pihaknya di kecamatan juga melakukan upaya-upaya pendekatan ke warga bersama Lurah Gerung Utara. Dari informasi pihak kelurahan bahwa, warga mulai melunak, tetapi pihaknya perlu memvalidasi informasi ini. “Mudah-mudahan Seperti itu kita harapkan,” ujar Fitriati.
Pembangunan jalan jalur dua Kota Gerung itu dinilai penting untuk lebih menghidupkan kota Gerung sebagai ibu kota. Perekonomian akan lebih menggeliat, begitu pula sektor lainnya ketika dua jalur ini terealisasi. (her)

