Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa berencana akan memperpanjang landasan pacu Bandara Sultan Muhammad Kaharruddin. Landasan pacu ini diperpanjang sekitar 400 meter lebih dari eksisting saat ini sepanjang 1.800 meter. Tujuannya sebagai upaya meningkatkan konektivitas antar wilayah.
“Memang kita punya rencana, tetapi kan kita harus melihat kondisi kelonggaran fiskal untuk pembebasan lahannya, karena banyak juga pemukiman masyarakat yang akan terdampak nantinya,” kata Bupati Sumbawa,Ir.H.Syarafuddin Jarot, kepada wartawan, Kamis (23/4).
Pihaknya sebelumnya sudah melakukan survei lokasi ke sejumlah wilayah untuk pembangunan bandara baru. Hanya saja kata dia,hasil pengecekan lapangan di sejumlah lokasi dianggap tidak layak untuk membangun bandara, terutama kondisi angin yang tidak stabil.
“Kita sudah melakukan survei di sejumlah titik mulai dari wilayah Timur Sumbawa, Barat dan kawasan Samota tetapi kondisinya tidak aman untuk landing dan take off. Nah yang paling aman hanya di lokasi saat ini,” ucapnya.
Disinggung terkait kebutuhan anggaran untuk pembebasan lahan terkait rencana tersebut, orang nomor satu di Kabupaten Sumbawa mengaku, masih perlu melakukan kajian lebih lanjut baik itu untuk kebutuhan anggaran maupun harga lahan untuk pembebasan untuk landasan pacu tersebut.
Rencana perpanjangan landasan pacu diharapkan, pesawat besar jenis Boing dan Airbus bisa mendarat di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin, sehingga kedepan akses transportasi masyarakat akan lebih beragam serta mampu mengembangkan sektor pariwisata.
“Masalah utama kita berada di akses transportasi, dengan adanya rencana perpanjangan landasan pacu tersebut , maka kendala utama yang terjadi selama ini bisa kita selesaikan,” jelasnya.
Ia berharap dengan banyaknya sarana transportasi terutama pesawat besar, sektor pariwisata di Sumbawa akan semakin menggeliat dengan akses semakin mudah. Selama ini Sumbawa, masih terkendala akses transportasi,sehingga wisatawan harus menghabiskan waktu di perjalanan sebelum mencapai lokasi tujuan.
“Kami masih melakukan kajian secara mendalam terkait rencana itu, sehingga dalam pelaksanaan nantinya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” demikian kata dia. (ils)

