Minggu, April 26, 2026

BerandaHEADLINENTB Dapat Jatah 11 Sapi Kurban dari Presiden

NTB Dapat Jatah 11 Sapi Kurban dari Presiden

Mataram (Suara NTB) – Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan jatah 11 hewan kurban dari Presiden RI, Prabowo Subianto. Setiap kabupaten/kota termasuk juga provinsi mendapatkan masing-masing satu ekor sapi yang akan dikurbankan pada Hari Raya Iduladha bulan Mei mendatang. Hewan kurban jatah provinsi rencananya akan diserahkan di Kabupaten Bima.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB, Muhamad Riadi mengatakan setiap daerah mengusulkan tiga ekor sapi sebagai calon hewan kurban. Dari total 33 calon yang masuk, sebanyak 30 ekor dinyatakan memenuhi syarat administrasi dan kesehatan untuk dinilai lebih lanjut. Proses seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan bobot serta kondisi kesehatan hewan.

“Kita seleksi yang sehat, kemudian kita nilai mana bobotnya paling besar dan memenuhi syarat kesehatan. Itu yang kita usulkan,” ujarnya pekan kemarin.

Dari hasil sementara, sapi dengan bobot paling berat berasal dari Kabupaten Lombok Utara (KLU), dengan berat mencapai sekitar 1,1 ton lebih 7 kilogram. Sementara itu, rata-rata bobot sapi dari daerah lain berada di kisaran 900 kilogram hingga 1 ton.

Namun, terdapat kendala dalam proses distribusi, khususnya terkait mobilisasi sapi berukuran besar. Pengiriman sapi dari KLU ke Bima dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan hewan. “Kalau kita mobilisasi yang paling besar dari KLU ke Bima, kita khawatir ada risiko cedera di jalan karena ukurannya besar,” jelasnya.

Sebagai alternatif, sapi untuk kebutuhan di Bima kemungkinan akan diambil dari wilayah yang lebih dekat seperti Lombok Timur, Sumbawa, atau Bima sendiri.

Menyinggung soal harga, peternak sempat mengusulkan harga hingga Rp200 juta untuk sapi dari KLU. Namun, pihak pemerintah menegaskan bahwa harga tersebut masih dalam tahap negosiasi dan akan disesuaikan dengan kewajaran pasar. Setelah finalisasi, daftar sapi terpilih akan diajukan ke Sekretariat Negara (Setneg) untuk ditetapkan secara resmi.

Selain itu, mantan Kepala Biro Umum Setda NTB itu menyinggung kondisi kasus rabies di NTB. Hingga saat ini, Pulau Lombok masih dinyatakan bebas rabies, sementara di Pulau Sumbawa ditemukan puluhan kasus, jumlah ini relatif sama dengan tahun sebelumnya.

Dalam kurun waktu tiga bulan, terjadi 82 kasus rabies di NTB. Berdasarkan data terakhir, kasus rabies didominasi di wilayah Sumbawa dengan total 78 kasus. Dengan rincian Januari 21 kasus, Februari 29 kasus, Maret 28 kasus. Dan di Bima ditemukan 4 kasus.

Terkait insiden gigitan anjing di Lombok Timur yang sempat menyebabkan korban meninggal dunia, dipastikan bukan akibat rabies. Kejadian tersebut dipicu oleh agresivitas anjing yang merasa terganggu karena baru melahirkan. (era)

 

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO