Mataram (Suara NTB) – Kementerian Haji dan Umrah Kota Mataram mencatat sebanyak 94 jemaah calon haji (JCH) yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 5 Embarkasi Lombok berada dalam kondisi risiko tinggi (risti). Kloter ini diberangkatkan pada Minggu (26/4/2026).
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Mataram, Lalu Khairul Hadi, dalam laporannya sebelum pelepasan menyampaikan bahwa total jemaah dalam kloter tersebut sebanyak 393 orang. Rinciannya, 387 jemaah reguler dan enam petugas. Petugas terdiri atas satu ketua kloter, satu petugas Tim Pembimbing Ibadah Haji (TPIH), dua petugas Tim Kesehatan Haji (satu dokter dan satu perawat), serta dua Petugas Haji Daerah (PHD).
Dari sisi usia, jemaah berusia 65 tahun ke atas mendominasi dengan jumlah 313 orang. Berdasarkan jenis kelamin, jemaah perempuan tercatat sebanyak 250 orang, sedangkan laki-laki 143 orang.
Sementara itu, dari aspek kesehatan, jemaah dengan kategori risiko tinggi tercatat sebanyak 94 orang, risiko sedang 56 orang, dan risiko ringan 101 orang. Selain itu, terdapat 25 jemaah yang menggunakan kursi roda selama pelaksanaan ibadah.
Ia juga menyebutkan, jemaah tertua dalam kloter ini berusia 87 tahun, berasal dari Taman Baru, Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram. Adapun jemaah termuda berusia 17 tahun atas nama Ramdani, berasal dari Gomong Barat.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Mataram mengungkapkan sekitar 71 persen JCH asal Kota Mataram masuk dalam kategori berisiko tinggi. Kondisi tersebut umumnya dipengaruhi oleh faktor usia lanjut, riwayat penyakit, serta kondisi kesehatan lain yang memerlukan perhatian khusus selama pelaksanaan ibadah haji.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, menegaskan bahwa meskipun tergolong berisiko tinggi, seluruh jemaah tetap dinyatakan layak berangkat ke Tanah Suci. Hal itu karena para jemaah telah memenuhi kriteria istitha’ah kesehatan setelah melalui serangkaian pemeriksaan medis secara menyeluruh.
“Meski berisiko tinggi, mereka tetap mampu dan layak menjalankan ibadah haji karena sudah melalui tahapan pemeriksaan kesehatan, termasuk vaksinasi dan pembekalan obat-obatan,” ujarnya.
Pelepasan JCH kloter 5 ini menjadi awal rangkaian keberangkatan jemaah haji Kota Mataram pada musim haji 2026. Diharapkan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, kembali ke tanah air dalam keadaan sehat, serta meraih predikat haji mabrur. (pan)

