Giri menang (Suara NTB) – Warga Dusun Meang, Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) memperbaiki akses jalan yang rusak parah secara swadaya. Warga menyewa alat berat untuk menangani titik-titik yang rusak parah agar bisa dilalui warga.
Aksi ini sekaligus sebagai pengingat bagi Pemkab Lobar yang tak kunjung menangani jalan tersebut hampir puluhan tahun lamanya. Warga setempat mendesak pemerintah daerah segera membangun jalan tersebut lantaran hampir puluhan tahun lamanya tak pernah disentuh perbaikan. Akibatnya, beberapa kali kejadian warga yang sakit dan melahirkan meninggal di jalan.
Marwin, warga Meang menuturkan, masyarakat secara swadaya dibantu donatur memperbaiki jalan hampir sepanjangan 3 kilometer. Masyarakat menyewa alat berat untuk meratakan jalan terjal dan berlubang. Diakui, kondisi jalan menuju Meang sangat buruk, tidak layak bahkan membahayakan keselamatan warga. Jalan dipenuhi bebatuan, karena tanah tergerus air hujan.
“Ya kami menderita karena jalan rusak ini, lebih-lebih saat hujan,” katanya belum lama ini.
Warga yang mau keluar Meang harus berjalan kaki, karena kalau menggunakan kendaraan membahayakan warga. Kecuali yang berani melalui jalan itu. Hal senada diakui Mantre. Ia menuturkan, kondisi jalan di wilayah itu sangat parah. Ia dan warga setempat yang tiap hari melalui jalan itu tidak pernah merasakan keamanan dan kenyamanan akibat kondisi jalan berkubang dan berbatu.
“Lubang jalan dalam, berbatu dan berbahaya bagi warga yang lewat tiap hari,” keluhnya.
Semenjak Dusun Meang dihuni warga, sekitar 30 tahun silam kondisi jalan tersebut rusak. “Hampir 30 tahun kondisi jalan ini rusak,” ujarnya.
Dampak rusaknya jalan itu, menyulitkan semua aktivitas warga. Ketika ada warga sakit dan mau melahirkan harus digotong, begitupula anak-anak yang ke sekolah. Mereka kerap kali menantang maut, karena melewati jalan bukit, berbatu, dan kali.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPRPKP Lobar Lalu Ratnawi menegaskan bahwa pembangunan atau perbaikan Jalan Meang di Sekotong, Lombok Barat, tetap diprioritaskan. Namun, persoalan anggaran menjadi kendalanya.
Untuk penanganan jalan sepanjang 7,5 kilometer ini, diperkirakan membutuhkan anggaran mencapai Rp24 miliar. (her)

