Selong (Suara NTB) – Direktur PT Sanindo Pangan Lestari, Rahadian menerangkan rencana ekspor produk hasil pabrik Porang direncanakan ke Cina. Namun, sampai sekarang, izin ekspor ke negeri tirai bambu tersebut belum ada persetujuan.
Hal ini dikemukakan Rahadian menjawab Suara NTB usai mendampingi Bupati Lotim H. Haerul Warisin yang berkunjung ke pabrik Porang di Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (23/4/2026).
Pabrik porang ini sudah mulai beroperasi. Terlihat sebanyak 750 ton bahan baku sudah didatangkan dari berbagai daerah. Pabrik dengan kapasitas produksi 60 ton per hari ini sudah mulai produksi chip porang dan tepung porang.
Dengan belum kantongi izin dari Cina, sehingga pemasasan produk berupa tepung dan chip porang ini akan dipasarkan di pasar lokal. “Untuk sementara kita pasarkan di lokal saja sebelum dapat izin dari Cina,” ucapnya.
Hasil olahan pabrik porang ini diyakinkan tidak sampai kesulitan pasar. Di mana, porang bisa masuk ke berbagai industri. Mulai industri makanan, kosmetik hingga kesehatan. “Kita sudah mulai penjajakan pasar ke sejumlah perusahaan makanan,” ucap Dian.
Kebutuhan bahan baku Sentra Industri Porang Lotim per hari sebanyak 60-80 ton. Ketersediaan bahan baku sampai saat ini masih jadi kendala. Harapannya ke depan ada sistem penyediaan bahan baku Porang basah guna memastikan keberlangsungan produksi.
Bupati Lotim H. Haerul Warisin menjelaskan, Pemkab Lotim telah menyurati sejumlah daerah untuk memasok bahan baku. Respon positif datang dari NTT, Pulau Sumbawa, dan yang terbesar dari KLU (Kabupaten Lombok Utara).
“Kita memang selalu mengandalkan dari daerah lain karena kita belum punya luasan yang memadai. Paling tinggi baru 400 hektar. Kalau dikalikan produksi mungkin belum cukup,” ujar Bupati.
Menariknya, budi daya porang di Lotim masih dilakukan secara alami tanpa pupuk kimia maupun insektisida. “Tidak butuh pupuk, tanah masih alami, tidak ada penyemprotan insektisida, tidak ada pemupukan,” tambahnya.
Bupati menargetkan pengembangan porang ke depan dengan menggandeng Kementerian Sosial yang akan membina petani serta membantu penyediaan benih. Saat ini pabrik telah berhasil memproduksi tepung porang dengan serapan tenaga kerja yang cukup banyak. Harga bahan baku porang sekitar Rp10.200 per kilogram.
Pemasaran hasil produksi untuk sementara difokuskan ke pasar lokal sambil terus mengupayakan perizinan ekspor ke China. (rus)

