Giri Menang (Suara NTB) – Antrean pada loket pendaftaran sidik jari pasien dan obat-obatan di farmasi RSUD Tripat Gerung Lombok Barat (Lobar) menumpuk. Bahkan, antrean pasien terliat mengular. Penumpukan ini dipicu membeludaknya pasien tak dibarengi dengan ketersediaan SDM petugas dan loket yang memadai. Pengunjung juga mengeluhkan minimnya kursi roda yang disiapkan loket pendaftaran.
Pantauan media pada Senin (27/4/2026) pagi, pasien sudah mulai antre di pendaftar poliklinik. Mereka berbaris untuk bisa mendaftarkan diri. Antrean mereka hingga memenuhi tempat antre pendaftaran. Keluarga pasien yang ikut antre pun tak kebagian tempat duduk hingga banyak yang berdiri.
Sejumlah petugas terlihat kewalahan melayani, karena jumlah petugas terbatas tak sebanding dengan pasien yang membeludak. Kondisi ini mengakibatkan kerumunan pendaftar pun tak terhindarkan.
Pasien yang antre lama juga mengelukan minimnya kursi roda, terutama bagi pasien lansia atau lanjut usia dan pasien sejumlah poli rehabilitasi medik dan lainnya yang notabene membutuhkan alat bantu kursi roda tersebut. Pengunjung juga mengeluhkan antrean pengambilan obat di Depo Farmasi. Pasian harus antre berjam-jam hingga siang bahkan sore hari.
Direktur RSUD Tripat, dr H. Suriyadi., Sp.An., yang dikonfirmasi media mengatakan bahwa terkait antrean di pendaftaran sebenarnya tidak perlu berbondong-bondong datang pagi-pagi untuk menghindari penumpukan pasien. Pasalnya, pasien sebenarnya di surat kontrolnya sudah ada waktu estimasi pelayanan. “Sehingga pasien bisa datang sesuai estimasi waktu yang tertera. Sehingga distribusi pasien juga merata,” kata Dia.
Dalam surat kontrol itu, jelasnya, sudah jelas dinformasikan kapan pasien datang. Karena itu, mereka tidak perlu datang pagi-pagi membeludak. “Solusinya nanti akan disosialisasikan kembali lebih intens ke pasien agar datang sesuai estimasi yang telah ditentukan,” imbuhnya
Selain informasi lewat surat kontrol pasien bisa memantau antrean secara live di rumah melalui ponsel, sehingga bisa memperkirakan waktu untuk datang ke RSUD Tripat untuk mencegah penumpukan.
Pihaknya mengembangkan sebuah sistem bagi pasien memonitor dari rumah nomor antrean secara live. Diakui, penumpukan ini karena sistem internet yang lambat atau loading lama. Dari biasanya paling lama lima detik satu pasien, tetapi internet loading hingga 10-15 detik sehingga memakan waktu lebih lama dari normalnya.
Terkait kursi roda bagi pasien di loket pendaftaran, diakuinya masih kurang. Pihaknya pun sedang berupaya untuk penambahan kursi roda. Ia menekankan, pasien atau keluarga pasien tidak perlu mencari kursi roda sebab ada petugas khusus yang akan keliling mencarikan. (her)

