Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin, mengunjungi Pasar Pringgabaya, pada Rabu (29/4/2026). Bupati menyaksikan langsung puing-puing bekas kebakaran 164 lapak pedagang di Pasar Pringgabaya. Di depan para pedagang yang mengerumuninya, Bupati menyatakan segera akan bangunkan lapak sementara dan akan berikan bantuan modal awal masing-masing pedagang Rp2 juta.
“Untuk ibu-ibu, para pedagang dan bapak-bapak yang mengalami musibah, sudah didata sebanyak 164 (pedagang). InsyaAllah kita akan berikan bantuan modal kembali, sama-sama Rp2 juta untuk jangka pendek, sambil kita lihat perkembangan selanjutnya,” ujar Bupati Iron, sapaan akrab Bupati Lotim saat dikonfirmasi di sela kunjungannya.
Bupati menegaskan, kebakaran Pasar Pringgabaya berdampak luas terhadap perekonomian masyarakat. Banyak lapak yang ikut terbakar, sehingga pemerintah daerah bergerak cepat untuk merespons.
Saat kebakaran Pasar Pringgabaya terjadi pada Senin malam lalu, Bupati Lotim berada di Jakarta. Sepulang dari Jakarta, ia langsung ke Pasar Pringgabaya tersebut.
“Saya bilang, nanti saya kembali dari sini, kita langsung ke sini (Pasar, red). Makanya dari bandara langsung ke sini. Kita lihat kondisi, artinya kita harus tetap peduli. Ini masalah ekonomi, kebutuhan dasar masyarakat yang harus segera kita selesaikan. Masyarakat kami harap bersabar, semua dalam proses, akan kita perbaiki hingga normal kembali,” jelasnya.
Bupati Lotim Janjikan Pembangunan Los Pasar yang Permanen
Bupati memastikan pembangunan los pasar yang lebih permanen akan coba dianggarkan tahun 2027 mendatang.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Lotim, Hadi Fathurrahman, menyampaikan bahwa penataan pasar akan dilakukan sesuai profil dan zonasi. Lapak akan dibagi ke dalam zona sembako, zona Sembalun, serta zona pakaian dan konveksi. “Kami akan tata sesuai profil pasar, tata letak berdasarkan zonasi. Supaya rapi dan lebih mudah,” kata Hadi.
Ia juga menjelaskan, lapak sementara akan dibangun. Dinas Pekerjaan Umum (PU) telah mendesainnya secara konstruksional untuk digunakan pedagang sebelum pasar permanen selesai.
Berdasarkan pendataan, total kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp30 miliar. Namun, hitungan kerugian dari sektor perdagangan saja sekitar Rp5 miliar.
“Kalau ditambah dengan fisik bangunan, kerugian bisa mencapai puluhan miliar,” pungkas Hadi.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berkomitmen memulihkan Pasar Pringgabaya agar kegiatan ekonomi warga segera kembali normal.
Wakil Bupati Lotim H. Moh Edwin Hadiwijaya juga turut melihat langsung kondisi pasca-kebakaran Pasar Pringgabaya, Rabu (29/4). Wabup didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan memastikan kegiatan pembersihan sisa kebakaran cepat dilakukan sebagai lokasi pembangunan lapak sementara.
Disebutkan ada dana sekitar Rp400 juta di Dinas Perdagangan yang akan digunakan untuk membangun sementara lapak untuk pedagang. (rus)

