Minggu, Mei 3, 2026

BerandaNTBLOMBOK BARATKontras dengan Alun-alun Kota Gerung, Rumah Warga Seganteng Rusak Akibat Abrasi Sungai

Kontras dengan Alun-alun Kota Gerung, Rumah Warga Seganteng Rusak Akibat Abrasi Sungai

Giri Menang (Suara NTB) – Di tengah kemegahan Pembangunan Alun-alun dan Kolosium di Kota Gerung, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), ada pemandangan kontras tak jauh dari Alun-alun. Warga yang tinggal di bantaran sungai di lingkungan Seganteng Kelurahan Gerung Selatan, Kecamatan Gerung berada di bawah bayang-bayang rasa khawatir. Ancaman longsor akibat abrasi luapan air sungai sewaktu-waktu bisa terjadi ketika hujan melanda.

Pantauan media di lokasi, rumah warga dengan bibir sungai nyaris tak berjarak. Abrasi parah sejak lama melanda daerah itu, tetapi belum ditangani serius.

Akibatnya beberapa rumah warga tampak ambruk akibat diterjang abrasi sungai hingga kamarnya tergerus oleh longsor. Warga pun tak berani menempatinya. Beberapa kali tim turun mengecek, tapi belum ada penanganan serius. Sehingga warga pun mengeluarkan biaya sendiri untuk membangun talud sungai.

Yanti, warga setempat mengatakan, rumahnya rusak akibat abrasi sungai sejak delapan bulan lalu. “Karena air sungai besar, makanya ambruk. Sudah segala macam turun periksa kesini tapi ndak realisasi,” katanya, akhir pekan kemarin.

Bagian rumahnya yang ambruk tersebut, awanya dijadikan kamar tidur, tetapi tidak bisa ditempati lagi karena ambruk. Ia pun tidak berani menempatinya.

Ia pun tak tahu kemana mau pindah, karena rumah dan tanah itu saja yang ia miliki. Sehingga ia dan keluarga pun terpaksa memberanikan diri menempati. Ia sangat berharap agar ada bantuan dari pemerintah untuk menangani abrasi sungai agar rumah warga tidak semakin parah terdampak. “Karena abrasi sungai ini sudah lama,” imbuhnya.

Terlebih, ia melihat pembangunan di daerah Kota Gerung semakin maju dengan alun-alun dan taman kota serta bundaran, sehingga diharapkannya sejalan dengan penanganan abrasi di daerah perkotaan tersebut.

Sementara itu, Lurah Gerung Selatan Akhwan Mashudi mengatakan terkait penanganan abrasi sungai di wilayah Seganteng dan sepanjang sungai, sudah masuk di Musrenbang. Penanganannya diusulkan dari program Rp1 miliar per desa/kelurahan. “Sebagian untuk pemasangan bronjong atau pentalutan bantaran sungai,” imbuhnya. Pengerjaan nantinya akan dilakukan oleh Dinas PUPRPKP Lobar.

Pihaknya juga sudah melaporkan ke BPBD Lobar dan ke BWS untuk mendapatkan penanganan. Sejauh ini kata dia, BPBD sudah memberikan bantuan berupa sembako, terpal, karung dan lainnya. Menurutnya, persoalannya di daerah ini, warga juga sudah lama membangun rumah tidak mengikuti ketentuan, bangunan mepet dengan bibir sungai sehingga rawan abrasi.

Terpisah, Camat Gerung Fitriati Wahyuni mengatakan terkait abrasi Sungai Beluk sudah beberapa kali dilaporkan ke BWS. Dan tim dari BWS pun pernah turun. “Tapi belum ada tindak lanjutnya, akhirnya oleh pihak kelurahan dimasukkan menjadi usulan Musrenbang untuk dikerjakan di 2027,” jelasnya. Sementara ini, rumah yang terkena longsor sudah diperbaiki sendiri oleh pemiliknya dengan membuat talud. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO