BerandaNTBKOTA MATARAMGerakan Posyandu Aktif 2026, TP Posyandu Mataram Dorong Transformasi Layanan dengan Enam...

Gerakan Posyandu Aktif 2026, TP Posyandu Mataram Dorong Transformasi Layanan dengan Enam SPM

Mataram (Suara NTB) – Tim Pembina (TP) Posyandu Kota Mataram menggelar Gerakan Posyandu Aktif 2026 di Aula Lantai III Kantor Wali Kota Mataram, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Posyandu Nasional yang diperingati setiap 29 April.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP Posyandu Kota Mataram, Hj. Kinnastri Mohan Roliskana, Asisten I Setda Kota Mataram H. Lalu Martawang, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, para camat, lurah, serta kader posyandu se-Kota Mataram.

Dalam sambutannya, Ketua TP Posyandu Kota Mataram, Hj. Kinnastri Mohan Roliskana, menyoroti belum adanya kesamaan persepsi terkait sistem pencatatan di posyandu. Ia menekankan pentingnya transformasi posyandu menjadi pusat layanan masyarakat yang mudah diakses, berkualitas, dan berkelanjutan, dengan mengacu pada enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Kalau kita berbicara posyandu keluarga, alhamdulillah sudah berjalan dengan baik dan sistematis. Namun untuk posyandu enam SPM, masih banyak perbedaan persepsi dan keraguan di tingkat kecamatan, kelurahan hingga kader,” ujarnya.

Kinnastri, yang akrab disapa Kikin, juga mengungkapkan persoalan mendasar lainnya, yakni belum terdaftarnya posyandu di Kota Mataram secara resmi hingga ke tingkat provinsi dan pusat. Akibatnya, banyak posyandu yang belum memiliki nomor registrasi sebagai identitas resmi.

Selain itu, ia menyinggung kendala dalam penunjukan ketua posyandu. Berdasarkan aturan, ketua posyandu tidak diperbolehkan merangkap sebagai kader maupun kepala lingkungan. Namun, di lapangan, kondisi tersebut sulit diterapkan karena keterbatasan sumber daya manusia.

“Tidak mudah mencari sosok yang bersedia menjadi ketua posyandu. Selama ini, kader-kader kita adalah orang-orang yang luar biasa karena bekerja secara sukarela. Mencari figur seperti itu tidak mudah,” jelasnya.

Sebagai solusi, Kikin menawarkan alternatif dengan melibatkan unsur lain, seperti istri kepala lingkungan atau staf kelurahan untuk mengisi posisi ketua posyandu, selama tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia juga menyoroti belum optimalnya sistem monitoring dan evaluasi, khususnya dalam pemanfaatan hasil checklist pelayanan yang seharusnya menjadi acuan dalam pendataan dan peningkatan kualitas layanan posyandu.

Karena itu, ia meminta seluruh TP Posyandu di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk lebih fokus mendokumentasikan berbagai permasalahan di lapangan. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar koordinasi dengan OPD terkait guna mencari solusi yang tepat.

“Kita ingin semua permasalahan yang ada di lapangan bisa terdata dengan baik, sehingga bisa segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Sebelum kegiatan ini, TP Posyandu Kota Mataram juga melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah posyandu, yakni Posyandu Cendana di Kelurahan Babakan, Posyandu Pelangi di Cakranegara Barat, Posyandu Monja Balita di Monjok, serta Posyandu Kenanga di Mataram Timur. Kunjungan tersebut bertujuan memantau langsung pelayanan, berdialog dengan kader, serta memastikan partisipasi masyarakat berjalan optimal.

Melalui gerakan ini, TP Posyandu Kota Mataram berharap kualitas layanan posyandu semakin meningkat dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak. (pan/*)

Gerakan Posyandu Aktif 2026, TP Posyandu Mataram Dorong Transformasi Layanan dengan Enam SPM

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO