Giri Menang (Suara NTB) – Tren kejadian kebakaran di Lombok Barat selama triwulan I (Januari-Maret) tahun 2026 menurun. Penurunan kejadian ini tak lepas dari upaya preventif atau pencegahan yang dilakukan Dinas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat. Damkar terus mengintensifkan program sosialisasi pencegahan kebakaran di tingkat desa.
Dalam empat bulan pertama tahun 2026, tercatat sebanyak 25 desa telah disasar edukasi langsung mengenai penanganan dini kebakaran. Kepala Dinas Kebakaran Lobar, H. Suherman menjelaskan, pada tahun 2026 ini pihak damkar gencar memberikan edukasi kepada masyarakat Lombok Barat. “Dalam satu bulan itu kita targetkan lima desa yang kita berikan sosialisasi pencegahan kebakaran,” ujarnya.
Damkar menargetkan minimal lima desa setiap bulannya agar seluruh wilayah dapat ter-cover dalam satu tahun. Fokus utama dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan praktis kepada masyarakat tentang cara menangani api pada tahap awal serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di rumah tangga.
“Kita turun memberikan edukasi kepada masyarakat, agar mereka tahu bagaimana cara menangani api pada tahap awal,” jelasnya.
Berdasarkan analisis Damkar Lombok Barat, mayoritas kejadian kebakaran dipicu oleh faktor kelalaian manusia (human error). Sehingga ketika terjadi kebakaran, misal dari gas elpiji, masyarakat atau pemilik rumah bisa melakukan tindakan untuk mencegah terjadinya penyebaran api.
“Kalau ada kebakaran, jadi masyarakat tahu apa yang akan dilakukan, untuk mencegah agar tidak terjadi kebakaran yang lebih besar,” terangnya.
Karena itu, dalam setiap kunjungannya, tim pencegahan Damkar tidak hanya memberikan teori, tetapi juga simulasi langsung. Masyarakat diajarkan langkah-langkah darurat saat menghadapi kebocoran gas atau api di dapur agar tidak terjadi ledakan atau kebakaran yang lebih besar.
“Kami ingin masyarakat paham tindakan pertama yang harus dilakukan. Jika warga sudah teredukasi, mereka akan lebih berani dan mampu menyelesaikan masalah kecil secara mandiri sebelum api membesar,” ujarnya.
Melalui upaya edukasi yang dilakukan pihaknya, ternyata membuahkan hasil positif. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, tren laporan kebakaran di Lombok Barat dilaporkan menurun jauh. “Tren laporan kasus kebakaran menurun dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Pada tahun 2026 selama bulan Januari sampai Maret, ada 13 laporan kebakaran, angka ini menurun jika dibandingkan dengan triwulan pertama tahun 2025.
Dalam setiap sosialisasi, Damkar juga mengingatkan agar pihak Pemerintah Desa mau menyediakan APAR di setiap kantor Desa. “Kita berharap Kades mau menyediakan APAR di kantor desa masing-masing,” tegasnya.
Dari pelaksanaan sosialisasi yang dilakukan di kantor desa, ditemukan belum ada kantor desa yang memiliki APAR di kantor desa masing-masing. Dengan adanya program Rp1 miliar per desa diharapkan, pihak desa bisa menganggarkan pengadaan APAR. (her)

