BerandaNTBSMK dan SLB di NTB Masih Kekurangan Guru

SMK dan SLB di NTB Masih Kekurangan Guru

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di NTB, masih kekurangan guru. Pemerintah perlu memberikan perhatian serius, karena kondisi ini dapat menghambat peningkatan mutu pendidikan.

Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan, Tenaga Keolahragaan (GTKTK), Disdikpora NTB, Muazzam mengatakan, secara umum jumlah guru di NTB, masih timpang, khususnya guru produktif. Ia tak menampik bahwa di sejumlah sekolah, masih terdapat kekurangan guru dengan keahlian khusus.

“Di titik-titik tertentu kita kelebihan guru. Tetapi ada titik-titik yang memang kekurangan,” ujarnya kepada Suara NTB belum lama ini.

Ia mencontohkan pada mapel otomotif dan perhotelan di sejumlah SMK di NTB, masih memerlukan guru dengan keahlian yang sama. Selain itu, di jenjang SLB juga mengalami persoalan serupa. SLBN 2 Mataram misalnya, masih kekurangan guru mapel olahraga dan agama.

Pihaknya akan melakukan pendataan terhadap guru berdasarkan kompetensinya masing-masing. Langkah ini dilakukan untuk memetakan kebutuhan dan memastikan upaya pemerataan tepat sasaran.

Selain itu, Muazzam berencana mengadakan program reskilling untuk memberi kompetensi tambahan kepada guru. Langkah ini diupayakan untuk menutupi kebutuhan guru produktif, terutama di SMK dan SLB.

“Maka itu kita nanti melalui program reskilling istilahnya, pemberian kompetensi tambahan bahwa yang tadinya hanya kompetensinya tertentu tapi di sekolah dibutuhkan mata pelajaran lain yang tidak ada gurunya, yang tidak ada juga kita bisa mendapatkan dari tempat lain, mungkin guru-guru yang berlebih di situ kita berikan reskilling,” pungkasnya.

Kepala SLBN 2 Mataram, Winarna mengatakan, SLB di Lombok, khususnya di sekolahnya saat ini masih menemukan kendala, khususnya soal keberadaan guru.

Winarna menyebut, SLBN 2 Mataram membutuhkan sebanyak enam hingga tujuh guru SLB, untuk menutupi kekurangan tenaga pengajar di sekolahnya. Bahkan, di sekolahnya jumlah guru dengan keterampilan khusus atau vokasi nihil.

Winarna menjelaskan, guru di SLBN 2 Mataram didominasi guru-guru kelas yang tidak memiliki latar belakang pendidikan PLB. Alhasil, sekolah secara mandiri melakukan pelatihan dan pembinaan kepada guru-guru tersebut.
Menurutnya, kekurangan guru vokasi diakibatkan banyak faktor, salah satunya jumlah formasi guru SLB dalam CPNS yang dinilai kurang.

“Guru SLB P3K Paruh Waktu kemarin tidak banyak dibuka. Makanya, guru saya yang sudah masuk Dapodik belum bisa memenuhi persyaratan itu, jadi belum bisa masuk,” ujarnya. (sib)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO