Mataram (Suara NTB) – Bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat NTB sudah mulai bermunculan. Salah satu nama yang mencuat menyatakan kesiapannya bertarung pada Musyawarah Daerah (Musda) Pantai berlambang Mersi itu adalah Dr. Gema Akhmad Muzakir,. SH.,MH., atau yang akrab dipanggil Dr Gema.
Kader Demokrat itu memiliki pengalaman dan komitmen kuat dalam memajukan Parpol besutan AHY tersebut. Untuk maju kontestasi nanti, Dr. Gema yang tercatat sebagai kader Demokrat tahun 2022 itu mengklaim telah mengantongi dukungan dari sejumlah pengurus dan kader Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di daerah.
Bahkan dukungan yang telah dikantonginya sudah mencapai sekitar 30 persen dari total hak suara yang akan digunakan dalam pelaksanaan Musda Demokrat NTB mendatang. Dengan capaian tersebut, Gema optimistis mampu memenuhi syarat minimal untuk maju sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat NTB.
Saat ini, terangnya, dirinya masih fokus membangun komunikasi dengan kader Demokrat di berbagai wilayah NTB.
Gema menambahkan, komunikasi terus dilakukan sebagai bagian dari penguatan konsolidasi internal partai. Menurutnya, partai politik tidak cukup hanya hadir saat momentum pemilu, tetapi juga harus aktif membersamai masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Politik hari ini bergerak sangat cepat. Partai harus tetap solid, tetapi juga harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan kedekatan dengan rakyat,” katanya.
Dalam sejumlah agenda pertemuan bersama kader dan pengurus di daerah, Gema mendorong penguatan organisasi hingga tingkat akar rumput. Ia juga menekankan pentingnya menjaga loyalitas dan semangat kebersamaan kader sebagai modal utama dalam membesarkan partai.
Meski dukungan terus mengalir, Gema menegaskan fokus utama saat ini tetap menjaga kekompakan internal partai. Kemudian memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Partai Demokrat di NTB. Sebab, yang paling penting bukan soal siapa yang maju. Akan tetapi bagaimana Partai Demokrat NTB tetap kuat, solid, dan terus dipercaya oleh masyarakat.
Ia berharap semangat kebersamaan di internal tetap terjaga dalam menghadapi dinamika politik ke depan. Karena menurutnya, kemenangan partp politik tidak lahir hanya dari momentum, tetapi ia dibangun oleh kerja lapangan, konsolidasi struktur dan kepercayaan kader. Jika melihat peta politik NTB menunjukkan kompetisi yang semakin ketat dan terfragmentasi. Partai demokrat berhasil mempertahankan relevansi dengan enam kursi.
Namun dalam kondisi kompetisi yang agresif ini, kekuatan dan daya gedor kedepan akan sangat ditentukan oleh kemampuan konsolidasi hingga akar rumput. Kedepan ia menilai kebutuhan Demokrat NTB adalah konsolidator lapangan. Fokus pada pembentukan struktur definitif di akar rumput. Diterima lintas kelompok dan bergerak langsung ke lapangan. Menyatukan faksi dan membangun energi baru partai.
Ia pun menyiapkan empat pilar kepemimpinannya kedepan, yakni struktur (kapasitas organsiasi), memahami anatomi dan mesin partai. Berpengalaman memimpin organisasi profesi hukum dan massa dengan tata kelola dan terukur. Intelektual (strategi), memiliki ketajaman analisis hukum dan politik. Mampu membaca arah perubahan politik NTB, dan menterjemahkan menjadi taktik pemenangan.
Kemudian lapangan (akar rumput), tidak berjarak dengan kader. Bergerak langsung dilapangan dan memiliki irisan yang kuat dengan masyarakat, relawan dan tokoh lokal di NTB. Dan loyalitas (integritas), menempatkan kepentingan dan Marwah partai Demokrat di atas kepentingan pribadi, setia pada garis komando DPP.
“Sebagai Parpol yang besar, membutuhkan pemimpin yang mampu menyatukan energi, bukan sekadar mengelola administrasi,” katanya.
Ia pun memiliki target terukur kedepan jika menahkodai Demokrat NTB, dimana tahun 2026 ini, yakni pembangunan Kantor DPD Demokrat. 85 persen dari 117 DPAC, berstatus definitif dan 15 persen DPAC dalam proses. Target pada tahun 2026-2031 seluruh DPC sudah memiliki kantor milik pemanen dan referentatif.
Selain memiliki visi ke depan membangun partai, kapasitas ditunjukkan dengan bukti kerja terukur dan jejak elektoral yang dimilikinya. Di mana tahun 2008 sampai sekarang, ia selaku ketua/sekretaris Yayasan Majelis Dzikir SBY. Ia juga menjabat Ketua Peradi Lotim periode 2018 sampai sekarang, sekaligus memegang lisensi HKPI NTB.
Pada tahun 2024 ia dipercaya sebagai Ketua Tim pemenangan bupati dan Wabup terpilih. Dari sisi kapasitas logistik, pun terbilang mumpuni. Ia selalu owner PT Gema Delapan dan UD Kumbung Smart.
Berbagai visi dan kapasitas Gema ini pun menyatukan energi dengan visi besar DPP. Semangat juangnya, tidak berdiri sendiri melainkan dirancang untuk mengeksekusi visi besar ketua umum dan Majelis Tinggi Partai Demokrat di NTB. Garis perjuangan partai Demokrat, di antaranya konsolidasi organisasi, politik kerakyatan dan modernisasi struktur.
Hal ini sejalan dengan arah juang Demokrat NTB 2026-2031 yang telah disiapkannya, mulai dari konsolidasi total struktur, ekspansi basis pemilih, penguatan jaringan pemilu, dan bisa diraih kemenangan politik tahun 2029.
Sosok Gema pun mendapatkan dukungan dari DPC, salah satunya datang dari DPC Partai Demokrat Kabupaten Lombok Barat.
Ketua DPC Demokrat Lombok Barat M. Zain Darmat menyebut, komunikasi dan konsolidasi yang dilakukan Gema bersama kader di daerah berjalan cukup intens. Menurutnya, pendekatan yang dibangun Gema selama ini lebih banyak menitikberatkan pada komunikasi langsung dan kerja lapangan. Cara tersebut dinilai mampu membangun kedekatan dengan kader hingga tingkat bawah.
“Pendekatannya lebih ke kerja lapangan dan itu mendapat respons positif dari kader di daerah,” ujar Zain Darmat. (her)

