PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengusulkan perbaikan sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) di NTB ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Hal itu disampaikan Pemprov NTB saat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengunjungi NTB pada Minggu, 17 Mei 2026 .
Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi perihal revitalisasi ini. Kini, Pemprov NTB tengah melakukan pendataan terkait sekolah yang diusulkan untuk mendapatkan bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat sesuai dengan syarat yang diminta.
“Ini diserahkan ke dinas untuk di data kembali, luas lahan, kepemilikan dan sebagainya termasuk muridnya,” ujarnya, Senin, 18 Mei 2026.
Sebagai informasi, jumlah SLB di NTB sebanyak 20 unit tersebar di seluruh kabupaten kota. Terdiri dari sekolah berstatus negeri maupun swasta yang melayani berbagai jenjang mulai dari TK Luar biasa sampai Sekolah Menengah Luar Biasa.
Tahun ini, Kemendikdasmen menjanjikan penambahan jumlah penerima program revitalisasi di 2026. Khusus di Provinsi Nusa Tenggara Barat, sejumlah 1.600 sekolah akan direvitalisasi sesuai program prioritas Presiden Prabowo.
Menurutnya, revitalisasi tidak hanya dilihat dari perubahan fisik, tetapi juga dampaknya terhadap pembelajaran di kelas. Karena itu, keberadaan ruang kelas yang nyaman dan baru diharapkan meningkatkan kenyamanan belajar bagi peserta didik.
Ia membeberkan, prioritas program revitalisasi tahun ini memang ditujukan bagi sekolah yang berada di wilayah tiga T (tertinggal, terdepan, dan terluar) dan juga daerah terdampak bencana seperti di Aceh dan Sumatera.
Tahun 2025 lalu, Kemendikdasmen mengalokasikan anggaran Rp527 miliar untuk sekolah di NTB dengan rincian 69 satuan PAUD, 227 SD, 107 SMP, 60 SMA, 17 SMK, 20 SLB, dan 11 PKBM/SKB.
Revitalisasi ini dilakukan guna mendukung salah satu program Asta cita Presiden Prabowo Subianto. Secara nasional pemerintah pusat sudah merevitalisasi 16.167 unit sekolah, sementara tahun ini kembali diusulkan 11.744 unit sekolah untuk direvitalisasi.
Menyinggung soal digitalisasi, Pemprov NTB mendapatkan bantuan untuk menyediakan 7.080 penyediaan perangkat pintar seperti Interactive Flat Panel/Smartboard, penggunaan platform interaktif, hingga pengelolaan administrasi sekolah berbasis data. Bantuan tersebar di 7.000 lebih sekolah senilai Rp236 miliar. (era)

