PEMERINTAH Kelurahan Gomong, Kecamatan Selaparang, meminta para pemilik rumah pondokan atau kos-kosan lebih aktif melakukan pengawasan terhadap penghuni. Selain itu, pemilik kos juga disarankan memasang kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) sebagai upaya meningkatkan keamanan di lingkungan kos.
Langkah tersebut disampaikan menyusul peristiwa penemuan mayat seorang perempuan yang merupakan mahasiswi Universitas Mataram (Unram) di salah satu rumah kos di Lingkungan Sakura, Gomong, pada Senin (18/5/2026).
Lurah Gomong, Muhammad Ilham, mengatakan imbauan pemasangan CCTV sebenarnya telah disampaikan sejak lama. Menurutnya, keberadaan kamera pengawas sangat penting sebagai alat bantu pemantauan apabila terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk tindak kriminal maupun kejadian yang tidak diinginkan di lingkungan kos.
“Kendalanya, komunikasi dengan induk semang kadang sulit karena nomor teleponnya tidak aktif saat kami hubungi. Itu yang membuat pengawasan menjadi susah,” ujarnya, Rabu (20/5).
Ia mengungkapkan, sebagian besar rumah kos di wilayahnya tidak ditempati langsung oleh pemilik atau induk semang. Banyak pemilik kos tinggal di luar wilayah bahkan di luar Kota Mataram sehingga pengawasan terhadap aktivitas penghuni menjadi kurang optimal.
Kondisi tersebut, kata Ilham, menyebabkan koordinasi antara pemerintah lingkungan dengan pemilik kos sering terkendala, terutama ketika terjadi persoalan yang membutuhkan penanganan cepat. Karena itu, pihak kelurahan mendorong setiap rumah kos memiliki sistem keamanan yang memadai, salah satunya melalui pemasangan CCTV di area pintu masuk, lorong, maupun lingkungan sekitar kos.
“Minimal ada pemantauan dari jauh. Kalau ada sesuatu yang mencurigakan, pemilik bisa langsung mengetahui dan segera berkoordinasi dengan lingkungan atau aparat,” katanya.
Ilham menambahkan, pihaknya selama ini rutin mengimbau para pemilik kos agar melaporkan data penghuni kepada kepala lingkungan setempat. Langkah tersebut dinilai penting mengingat kawasan Gomong menjadi salah satu wilayah yang banyak dihuni mahasiswa dan pendatang karena lokasinya berdekatan dengan sejumlah kampus dan pusat aktivitas masyarakat.
Sementara terkait patroli keamanan, Ilham menegaskan Pemerintah Kelurahan Gomong secara rutin melaksanakan patroli bersama tiga pilar, yakni Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan unsur pemerintah kelurahan, guna mencegah gangguan kamtibmas di kawasan kos-kosan maupun permukiman warga.
“Kami rutin patroli bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Namun untuk kasus kemarin, kami tidak mengetahui karena mungkin persoalannya lain. Meski begitu, situasi kamtibmas tetap kami pantau,” katanya.
Ia berharap peristiwa penemuan mahasiswi meninggal tersebut menjadi perhatian bersama, baik bagi pemilik kos, penghuni, maupun masyarakat sekitar, agar lebih peduli terhadap keamanan lingkungan. Menurutnya, keamanan kawasan kos tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. (pan)

