BerandaNTBLOMBOK TENGAHHarga Hewan Kurban Membaik, Peternak Kian Semangat

Harga Hewan Kurban Membaik, Peternak Kian Semangat

Praya (Suara NTB) – Harga jual hewan kurban menjelang Iduladha tahun 2026 dibandingkan dengan harga jual tahun sebelumnya pada periode yang sama menunjukkan tren positif. Kondisi tersebut membuat peternak hewan kurban kini jauh lebih bersemangat. Meski peningkatan harga jual hewan kurban tidak begitu tinggi.

Ahmad Hisyam Saad, pemilik Hisyam Farm Desa Menemeng Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah (Loteng), kepada Suara NTB, Selasa (19/5/2026), mengungkapkan, jika dibandingkan dengan tahun lalu harga jual hewan kurban tahun ini sedikit lebih tinggi. Terutama untuk hewan kurban besar, seperti sapi, kisarannya antara Rp1 juta sampai 2 juta per ekor.

“Saat ini kisaran harga jual hewan ternak khusus sapi itu mulai dari Rp13 juta ke atas. Dengan rata-rata harga sapi yang paling banyak dicari atau diminati yakni antara Rp17 juta sampai Rp 18 juta per ekor,” sebutnya.

Biasanya masyarakat membeli hewan kurban dengan cara berkelompok atau patungan antara enam sampai tujuh orang. Jadi dengan uang sekitar Rp2,5 juta, sekarang orang sudah bisa berkurban sapi.

Membaiknya harga jual hewan kurban tahun ini menjadi angin segar bagi para peternak. Di tengah meningkatkan beban biaya untuk berternak. Terutama biaya pakan. Artinya, kenaikan harga jual tersebut sedikit tidak bisa mengurangi beban biaya para peternak.
Kondisi tersebut diharapkan bisa terus bertahan. Sehingga bisa semakin mendorong semangat peternak di daerah untuk terus beternak.

Lebih lanjut alumnus Universitas Pendidkan Mandalika (Undikma) Mataram ini mengungkapkan, beban biaya yang paling besar bagi peternak ialah biaya pakan. Di sinilah kehadiran pemerintah sangat diharapkan supaya bisa menekan biaya pakan.

Salah satu opsinya yakni dengan menghadirkan pabrik pakan ternak di daerah ini. Dengan begitu peternak tidak perlu lagi mendatangkan pakan dari luar NTB. Kalau pabrik pakan sudah ada di daerah ini, itu bisa mengurangi biaya pengiriman pakan yang dengan sendirinya juga akan menekan harga pakan ternak.

“Banyak peternak kita hanya mengandalkan rumput sebagai sumber pakan utamanya. Sehingga secara kualitas, terutama bobot ternak masih kalah dari ternak luar. Tapi kalau pabrik pakan sudah ada di daerah ini kita yakin kualitas ternak di daerah ini akan meningkat,” tegas Hisyam. (kir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO