Selong (Suara NTB) – Keberadaan Command Center di Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo) Lombok Timur (Lotim) hingga saat ini belum dapat berfungsi secara optimal. Kepala Diskominfo Lotim, Dr. Fauzan, mengakui bahwa masih banyak peralatan pendukung yang belum terpasang. Sementara jangkauan CCTV baru terbatas di beberapa titik dan belum menjangkau seluruh wilayah Lombok Timur.
“Memang belum maksimal karena pengerjaannya belum 100 persen selesai. Pihak ketiga sudah pergi, saya tidak tahu masalahnya di mana. Ada karena kita pindah dari satu ke vendor lain,” ucapnya menjawab Suara NTB, Kamis (21/5/2026).
Seharusnya vendor memiliki kewajiban melatih staf untuk menjalankan fungsi command center sebaik-baiknya. Namun, tetapi tidak dilakukan.
Meski demikian, ia menjelaskan bahwa saat ini command center telah dilengkapi beberapa CCTV yang dapat memantau lokasi-lokasi strategis, seperti perempatan Masbagik, batas Lombok Timur-Lombok Tengah, serta perempatan di Selong. Diskominfo juga berencana menambah titik pemasangan CCTV bekerja sama dengan bekerjasama dengan salah satu provider, termasuk di kawasan Pusuk Sembalun yang rawan kecelakaan.
“Kita ganti provider untuk memantau, misalnya di Pusuk Sembalun sering kecelakaan, akan kita pasang CCTV,” tegasnya.
Di command center juga ada data statistik sektoral dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Di samping itu, diketahui sejauh ini seluruh desa susah miliki Sistem Informasi Desa (SID).
Sejauh ini seluruh SID juga belum terintegrasi dengan Command Center. Salah satu kendalanya SID di seluruh desa ini belum premium. Untuk jadi premium, desa bisa alokasikan anggaran hanya Rp1 juta. Setelah itu, dipastikan semua SID ini bisa terkoneksi dengan Command Center Diskominfo. “Jadi ketika Bupati ingin dapatkan data desa, maka bisa cepat memgakses SID di desa,” ungkapnya.
Diketahui, Pasangan Bupati Lotim H. Haerul Warisin bersama Wakil Bupati Lotim. H Edwin Hadiwijaya ini membawa jargon Lotim Sejahtera, Maju, Adil, Religius, dan Transparan (SMART). Huruf terakhir Transparansi. Salah satu fungsi transparan ada di Kominfo lewat Comad Center.
“Siapapun yang mau melihat kondisi Lombok Timur silakan datang dan akses Command Center,” tambahnya.
Selain fungsi pemantauan, Diskominfo juga mengoptimalkan aplikasi pengaduan masyarakat bernama Lapor Bup (Laporan Bupati) untuk melengkapi peran command center. Melalui aplikasi ini, warga dapat melaporkan berbagai hal, mulai dari penyimpangan dana BOS di sekolah, pelayanan puskesmas yang kurang baik, hingga kemacetan lalu lintas.
“Siapapun boleh mengadu. Kalau macet, silakan laporkan ke Lapor Bup. InsyaAllah besok pagi sudah diperbaiki. Sejauh ini, sekitar 92 persen aduan ditanggapi oleh dinas terkait, termasuk PDAM,” jelas Fauzan.
Menariknya, ia mengaku kini menjadi admin langsung aplikasi tersebut karena staf sebelumnya terganggu dengan laporan yang masuk hingga larut malam. “Dulu adminnya staf, tapi terganggu karena sering jam 2-3 malam. Sekarang adminnya saya sendiri. Laporan tidak hanya dari masyarakat lokal, tapi juga dari PMI di luar negeri. Kami kerja sama dengan salah satu NGO yang bergerak di bidang ketenagakerjaan,” pungkas Fauzan. (rus)


