Selong (Suara NTB) – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 tahun 2026 di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) resmi ditutup. Seluruh sasaran fisik dan non-fisik yang direncanakan selama sebulan penuh dinyatakan selesai 100 persen. Ini menunjukkan capaian nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Penutupan TMMD ke-128 yang berlangsung di Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga, pada Kamis (21/5/2026) itu dihadiri langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 162 Wira Bhakti, Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bersinergi.
“TMMD telah membuktikan capaian meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Semua lokasi TMMD sudah menuntaskan pekerjaan fasilitas umum dan fasilitas sosial,” ujar Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief.
Ia menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari partisipasi dan gotong royong yang sangat tinggi dari masyarakat, serta sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait. “Sinergi ini mampu menjadi penggerak kemajuan daerah. Kami sampaikan apresiasi ke Pemda dan seluruh instansi yang telah mendukung kelancaran program,” tambahnya.
Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief berharap seluruh infrastruktur yang telah dibangun dapat dirawat dan dipelihara dengan baik oleh masyarakat. “Ini akan kembali kepada masyarakat. Masyarakat yang menikmati dan memakai. Harapannya, apa yang sudah dikerjakan dirawat agar bisa bertahan lama. Hasil pertanian pun bisa dibawa dengan mudah karena jalan sudah mulai dibuka,” ujarnya.
Menanggapi banyaknya permintaan dari desa-desa lain yang menginginkan program serupa, Danrem menjelaskan bahwa TMMD dilaksanakan secara bergantian di tujuh kabupaten dan dua kota di NTB. “Tentunya kita bertahap. Kita bergantian untuk pelaksanaan kegiatannya,” tegasnya.
Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-128, Letkol Eky Anderson, memaparkan secara rinci hasil kegiatan yang berlangsung mulai 22 April hingga 21 Mei 2026. Seluruh sasaran dikerjakan oleh 150 personel TNI yang berpadu dengan warga.
Sasaran fisik meliputi pengerasan jalan sepanjang 1.130 meter yang sebelumnya tidak terawat. “Jalan yang awal mulanya harga tanah di sekitarnya tidak ada harganya, setelah kita bangun, nilainya langsung naik luar biasa. Ini betul-betul meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Danrem usai meninjau langsung lokasi.
Sasaran non-fisik juga berjalan sukses, antara lain penyuluhan wawasan kebangsaan, sosialisasi rekrutmen TNI, penyuluhan sadar hukum, pengobatan gratis, serta pembersihan lingkungan.
Sasaran tambahan yang seluruhnya rampung 100 persen meliputi: rehabilitasi dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kedua, pembangunan empat unit sumur bor dan rehabilitasi fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus)
Siap Alokasi APBD
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, yang turut hadir dalam penutupan, menyatakan kebanggaannya terhadap kerja nyata TNI yang sangat diapresiasi masyarakat. “Cara kerja TNI itu sangat diapresiasi oleh masyarakat, sehingga banyak desa meminta supaya mereka juga diberikan program serupa,” katanya.
Ia memastikan bahwa Pemkab Lombok Timur akan terus mendukung TMMD. “Tahun ini sudah kita beri dukungan, dan insyaAllah tahun depan juga kita akan beri dukungan. Sekiranya dari pihak Pangdam tidak mengalokasikan TMMD di sini, APBD tetap akan kita alokasikan supaya kemanunggalan TNI dengan masyarakat tetap terlihat, gotong royong tetap terjaga,” tegas Bupati.
Ke depan, Pemkab akan memverifikasi wilayah-wilayah yang paling membutuhkan dan cocok untuk ditempatkan tim manunggal, serta menyesuaikannya dengan ketersediaan anggaran.
Penutupan TMMD ke-128 menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu mendorong percepatan pembangunan dan kesejahteraan di wilayah Lombok Timur.
Abdul Maki, warga Paok Lombok Kecamatan Suralaga menyampaikan rasa syukurnya dengan adanya TMMD. “Alhamdulillah, terima kasih pak TNI dan pak Bupati,” ucapnya.
Setelah dibangunkan jalan usaha tani dan perbaikan saluran irigasi pertanian, Abdul Maki yang juga seorang petani ini bisa lebih leluasa dalam melakukan aktivitas budidaya pertaniannya. Tidak seperti keadaan sebelumnya yang membuatnya kesulitan melakukan pengairan lahan pertaniannya karena air banyak terbuang di sepanjang perjalanan. (rus)


