BerandaNTBKOTA BIMAKebutuhan Guru di Bima Telah Terpenuhi

Kebutuhan Guru di Bima Telah Terpenuhi

Kota Bima (Suara NTB) – Dinas Pendidikan Kota Bima memastikan kebutuhan guru di seluruh sekolah negeri telah tercukupi setelah pengangkatan PPPK dan PPPK Paruh Waktu. Fokus pemerintah daerah kini diarahkan pada penataan distribusi dan kompetensi guru, agar kebutuhan setiap sekolah lebih merata.

Kasi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Dikdas Dinas Pendidikan Kota Bima, Saprijal, S.E., mengatakan ketersediaan guru di Kota Bima sudah aman untuk seluruh mata pelajaran, termasuk untuk mengantisipasi guru yang memasuki masa pensiun.

“Untuk Kota Bima sendiri, sejak diangkat PPPK dan PPPK Paruh Waktu, kebutuhan guru kita sudah tercukupi semua,” ujarnya pekan kemarin.

Ia menegaskan, kecukupan tenaga pendidik berlaku di seluruh mata pelajaran. Bahkan, untuk beberapa bidang studi tertentu sudah disiapkan cadangan apabila ada guru yang memasuki masa pensiun.

Meski jumlah guru dinilai cukup, Dinas Pendidikan masih menemukan sejumlah sekolah yang belum seimbang dari sisi kompetensi tenaga pengajar. Karena itu, penataan internal tetap dilakukan.

“Artinya penataan tentang kompetensinya, tentang jumlahnya. Jadi untuk sekolah-sekolah yang masih kita lihat belum tercukupi kompetensinya, kita penuhi. Tapi secara kuantitatif, jumlah, kita sudah cukup,” jelasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus merespons rencana pemerintah pusat membuka seleksi CPNS dan PPPK tahun 2026 ini. Menurut Saprijal, kebutuhan tenaga pendidik di Kota Bima tidak lagi mengalami kekurangan.

Namun, kewenangan pengusulan formasi CPNS dan PPPK tetap berada di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bima.

Selain penataan distribusi guru, Dinas Pendidikan juga menyiapkan program peningkatan kompetensi tenaga pendidik melalui penguatan komunitas belajar dan optimalisasi program dari kementerian.

“Untuk peningkatan kompetensi, yang pertama Dinas Pendidikan akan memperkuat program-program kompetensi guru dari Kemendikbudristek,” katanya.

Menurutnya, keterbatasan anggaran akibat efisiensi belanja tidak boleh menghambat peningkatan mutu pendidikan. Karena itu, sekolah didorong memaksimalkan komunitas belajar guru, baik secara daring maupun luring.

“Sekarang kan sedang efisiensi yang begitu luar biasa, tapi kita memanfaatkan potensi-potensi yang ada di sekolah dengan memperkuat komunitas belajar. Komunitas belajar itu baik secara daring maupun luring. Tidak ada alasan untuk tidak melakukan perbaikan dari segi mutu pendidikan, walaupun anggaran sangat terbatas,” tandasnya. (hir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO