Mataram (Suara NTB) – DPW PKS NTB menggelar Kemah Bela Negara (Kembara) tahun 2026 yang dilaksanakan di hutan tangkok adeng, Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Kegiatan yang diikuti oleh ratusan kader PKS NTB tersebut merupakan bagian dari agenda strategis pendidikan politik PKS NTB.
Ketua DPW PKS NTB, H. Uhibbussa’adi menjelaskan terkait kegiatan kemah bela negara tersebut dilakukan untuk menginternalisasi nilai-nilai luhur Pancasila dan amanat konstitusi Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 tentang hak dan kewajiban bela negara bagi setiap warga negara kepada seluruh kader PKS.
“Kembara ini didesain sebagai perangkat pendidikan politik khusus untuk menghasilkan kader-kader yang tangguh, patuh pada hukum, tidak mudah mengeluh, dan selalu siap mengabdi saat negara serta masyarakat membutuhkan,” ujar Uhibbussa’adi.
Lebih jauh disampaikan bahwa empat pilar kaderisasi berbasis nilai dasar bela negara dan Pancasila yang diterapkan selama perkemahan berlangsung. Pertama spiritualitas Keagamaan yakni Implementasi Sila pertama Pancasila melalui penguatan mental spiritual.
Kedua pembangunan karakter dan disiplin. Menanamkan jiwa patriot yang taat hukum, tangguh, dan patuh pada aturan ketertiban sosial. Ketiga membangun persatuan dan kebersamaan, yakni manifestasi dari Sila ketiga Pancasila melalui simulasi gotong-royong demi meleburkan ego pribadi dan memperkuat persaudaraan.
“Keempat menumbuhkan semangat mengabdi kepada kader. Menumbuhkan militansi kader untuk siap sedia menerima amanah dan berjuang demi keadilan sosial di tengah masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan Kembara PKS NTB tersebut juga dirangkaikan dengan aksi penanaman pohon sebagai simbol komitmen partai terhadap bela negara sektor non-militer, khususnya dalam menjaga kedaulatan dan kelestarian ekologis bumi pertiwi.
“Harapannya ratusan kader yang kembali ke daerah masing-masing setelah mengikuti Kembara ini dengan membawa mandat untuk menjadi pelopor penegakan nilai-nilai Pancasila, merawat kedaulatan bangsa, serta aktif mengawal demokrasi di tingkat lokal maupun nasional,” pungkasnya. (ndi)


