BerandaHEADLINEDua Ruang SMAN 1 Lingsar Roboh, Dinas Dikpora NTB Perintahkan Semua Kepsek...

Dua Ruang SMAN 1 Lingsar Roboh, Dinas Dikpora NTB Perintahkan Semua Kepsek Cek Ulang Kondisi Bangunan Sekolah

DINAS Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) NTB kembali meminta Kepala Sekolah (Kepsek) SMA sederajat di NTB untuk mengecek ulang kondisi bangunan sekolah masing-masing. Permintaan ini dilakukan setelah dua ruang guru milik SMAN 1 Lingsar roboh pada Minggu (7/6/2026) dini hari.


Kepala Dinas Dikpora NTB, Dr. Syamsul Hadi, M.Pd., mengatakan, sebelumnya pihaknya telah mengeluarkan surat edaran (SE) agar Kepala Sekolah meninjau kembali keadaan bangunan sekolah masing-masing. SE tersebut dikeluarkan usai peristiwa nahas serupa menimpa SMAN 7 Mataram, pada Selasa (19/5) lalu.


Syamsul menegaskan, kejadian nahas seperti ruang kelas roboh merupakan peristiwa di luar kendali. Karena itu, langkah mitigasi diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang lagi. “Yang wajib adalah bagaimana kita mengantisipasi, memitigasi agar risiko terutama memakan korban itu tidak terjadi,” ujarnya, Senin (8/6).


Syamsul mengungkapkan, berdasarkan laporan yang ia terima, masih banyak sekolah yang usianya sama dengan SMAN 1 Lingsar dan SMAN 7 Mataram. Hanya saja, ia belum bisa memastikan berapa jumlah pasti sekolah-sekolah tersebut.


“Sangat banyak sekali sekolah yang berusia sama. Nah, itu saya minta laporan secara detail. Hanya informasi-informasi yang masih awal banyak yang menyampaikan. Namun, tentu untuk data pastinya, detailnya itu berapa persen nanti kita akan lakukan analisis,” ungkapnya.


Karena itu, ia kembali menegaskan, agar sekolah mengecek lagi bangunan masing-masing supaya pihaknya dapat memastikan berapa jumlah tepatnya infrastruktur sekolah yang perlu diintervensi.
“Karena itu sebenarnya saya minta semua kepala sekolah untuk melakukan pengecekan sebagai dasar saya untuk memperkuat informasi-informasi tentang kondisi (sekolah) di NTB itu kepada pemerintah pusat,” terangnya.


Syamsul menerangkan, meskipun usianya sama, kondisi sekolah memiliki tingkat kerusakan yang berbeda. Maka dari itu, langkah pengecekan diperlukan untuk memastikan kondisi sekolah tersebut memang perlu diperbaiki.


“Karena kerusakan itu dapat dipicu oleh gempa bumi. Nah, informasinya (ruangan SMAN 1 Lingsar yang ambruk) dipicu oleh gempa juga,” jelasnya.


Kendati demikian, Syamsul memastikan akan menindaklanjuti peristiwa ini. Koordinasi dengan pihak terkait akan diupayakan agar dua ruang yang ambruk tersebut mendapat atensi dari pemerintah pusat.


“Langkah awal yang saya lakukan itu minta kepada Kepala Sekolah (SMAN 1 Lingsar) dan tim dari Disdikpora Provinsi untuk melakukan koordinasi dan melakukan analisis, kemudian meminta juga kepada PUPR supaya menurunkan timnya,” ucapnya.


Selain itu, ia juga telah menghubungi pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) agar bangunan milik SMAN 1 Lingsar yang roboh mendapat bantuan revitalisasi. (sib)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO