BerandaEKONOMIInvestor Kanada Bawa Kabar Baik untuk NTB: Mewujudkan “Seaplane” dan Industri Eceng...

Investor Kanada Bawa Kabar Baik untuk NTB: Mewujudkan “Seaplane” dan Industri Eceng Gondok di Bandungan Batujai

Mataram (Suara NTB) – Investor asal Kanada yang akan menghadirkan layanan pesawat amfibi (seaplane) untuk mendukung konektivitas pariwisata dari Bendungan Batujai, Kabupaten Lombok Tengah akan turut melakukan pemberdayaan potensi bendungan, dengan memanfaatkan eceng gondok sebagai bahan baku kerajinan.


Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, Lalu Wiranata, S.IP., MA., didampingi Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri (PPLN), Dr. Hj. Aryanti Dwiyani, S.Pt., M.Pd., dan Analis Perdagangan Ahli Muda, Rachmat Wira Putra, menerima kunjungan manajemen PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMAN) bersama ODISI Wilderness North Group Company dalam rangka membahas perkembangan rencana pengembangan Bendungan Batujai, Kabupaten Lombok Tengah, sebagai hub dan waterbase seaplane pertama di Indonesia, sekaligus menjajaki peluang pemanfaatan eceng gondok menjadi produk bernilai ekspor.


Dalam paparannya, Senin, 8 Juni 2026 di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, pihak PT AMAN menyampaikan progres pengembangan Bendungan Batujai yang telah ditetapkan sebagai lokasi strategis pengoperasian seaplane.


Rencana tersebut telah diperkuat melalui penandatanganan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Pada tahap awal, investor menargetkan pengoperasian dua unit seaplane yang akan didukung pembangunan hanggar dan fasilitas pendukung lainnya dengan nilai investasi mencapai Rp450 miliar.


Presiden Direktur PT AMAN, Michael Nicholas, menjelaskan bahwa pengembangan konektivitas berbasis seaplane di NTB diharapkan dapat mempercepat akses menuju berbagai destinasi wisata unggulan, meningkatkan mobilitas wisatawan premium, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.


PT AMAN sendiri merupakan perusahaan penerbangan Indonesia yang beroperasi sebagai AmanAir dan didukung pengalaman operasional penerbangan dari Wilderness North Group of Companies yang berbasis di Kanada.


Kepala Disperindag NTB menyambut baik perkembangan proyek tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat daya saing daerah melalui pengembangan industri berbasis potensi lokal dan peningkatan konektivitas antarwilayah.

Selain membahas pengembangan hub seaplane, pertemuan juga menyoroti persoalan eceng gondok yang selama ini menjadi salah satu tantangan lingkungan di kawasan Bendungan Batujai. Tanaman air yang pertumbuhannya cukup masif tersebut dinilai memiliki potensi ekonomi apabila dikelola dan diolah secara tepat menjadi berbagai produk bernilai tambah.


Dalam diskusi tersebut, Disperindag NTB mendorong pengembangan rantai industri berbasis eceng gondok, mulai dari bahan baku kerajinan, furnitur, produk dekorasi, material ramah lingkungan, hingga produk serat alami yang memiliki peluang menembus pasar ekspor. Pemanfaatan eceng gondok tidak hanya akan membantu menjaga fungsi dan estetika bendungan, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.


“Permasalahan lingkungan dapat diubah menjadi peluang ekonomi. Dengan inovasi dan kolaborasi yang tepat, eceng gondok yang selama ini dianggap hama dapat menjadi bahan baku produk unggulan yang memiliki nilai jual tinggi dan berorientasi ekspor,” ungkapnya.
Menurut Wiranata, kawasan Batujai memiliki banyak pelaku UMKM yang dapat dilibatkan dalam pengembangan industri berbasis eceng gondok.


“Di kawasan Bendungan Batujai terdapat banyak pelaku UMKM. Salah satu potensi yang akan dikembangkan adalah pemanfaatan eceng gondok yang selama ini menjadi salah satu persoalan di bendungan. Nantinya tanaman ini akan diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi,” jelasnya.


Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Provinsi NTB melalui Disperindag akan memberikan pendampingan kepada masyarakat mulai dari pelatihan, penguatan kapasitas produksi, hingga pemasaran produk.


“Kami menawarkan pendampingan mulai dari proses pembinaan, pelatihan hingga produknya siap dipasarkan,” katanya.


Wiranata menambahkan, investor dimaksud menunjukkan komitmen untuk melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat sekitar Bendungan Batujai. Dengan demikian, investasi yang masuk tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi warga setempat.


Jika seluruh rencana berjalan sesuai jadwal, NTB tidak hanya akan memiliki layanan seaplane pertama yang menghubungkan destinasi wisata di kawasan Bali-Nusra, tetapi juga memperoleh solusi berkelanjutan untuk penanganan eceng gondok sekaligus membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM di sekitar Bendungan Batujai. (bul)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO