BerandaNTBKOTA MATARAM15 Santri Penghafal Al-Qur’an SMPIT BQN Mataram Berlaga di OSN Kota Mataram

15 Santri Penghafal Al-Qur’an SMPIT BQN Mataram Berlaga di OSN Kota Mataram

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 15 santri penghafal Al-Qur’an dari Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Bukit Qur’an Nusantara (BQN) Mataram mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Kota Mataram yang mulai berlangsung secara daring pada Kamis 11 Juni 2026. Para peserta berkompetisi pada bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Kepala SMPIT Bukit Qur’an Nusantara Mataram, Alimin, S.Pd., M.Pd., Gr., mengatakan, para santri telah menjalani persiapan selama sekitar dua bulan sebelum mengikuti ajang bergengsi tersebut.


“Informasi terkait OSN sudah kami terima jauh-jauh hari, sehingga persiapan dilakukan sekitar dua bulan. Peserta yang mengikuti seleksi tahun ini berasal dari kelas VII dan VIII,” ujarnya.


Menurut Alimin, sekolah yang mengintegrasikan pendidikan formal dengan sistem boarding dan program tahfiz Al-Qur’an itu terus memberikan ruang bagi santri untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang akademik, termasuk sains dan ilmu sosial.


Pelaksanaan OSN tahun ini dilakukan secara daring di masing-masing sekolah menggunakan sistem Computer Based Test (CBT). Kompetisi berlangsung selama tiga hari dengan jadwal pelaksanaan yang berbeda untuk setiap bidang lomba.


Menariknya, para peserta OSN tersebut merupakan santri penghafal Al-Qur’an dengan capaian hafalan yang beragam. Alimin menyebutkan, jumlah hafalan peserta berkisar antara tiga juz hingga 30 juz.


“Ada yang hafalannya tiga juz, ada juga yang sudah menyelesaikan 30 juz. Mereka tetap bisa menyeimbangkan antara program tahfiz dan pengembangan akademik,” katanya.


Alimin menilai kegiatan olimpiade menjadi sarana positif bagi para santri untuk mengasah kemampuan intelektual sekaligus memberikan variasi aktivitas di tengah padatnya program pembelajaran dan hafalan Al-Qur’an di pesantren.


“Bagi sebagian orang menghafal Al-Qur’an itu tidak mudah. Namun bagi anak-anak kami, belajar IPA, Matematika, atau IPS justru menjadi semacam hiburan dan tantangan baru di sela-sela aktivitas menghafal,” ungkapnya.


Prestasi santri SMPIT Bukit Qur’an Nusantara dalam ajang olimpiade juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Pada tahun-tahun sebelumnya, sejumlah alumni sekolah tersebut berhasil menembus tingkat nasional dan meraih medali emas.


Partisipasi tahun ini juga menunjukkan peningkatan. Jika sebelumnya jumlah peserta hanya berkisar lima hingga tujuh orang, kini sekolah mengirimkan 15 santri setelah melalui proses seleksi dan pembinaan khusus.


“Kami memiliki ekstrakurikuler olimpiade untuk IPA dan IPS. Dari sana dilakukan pembinaan dan seleksi sebelum mereka didaftarkan mengikuti OSN,” jelas Alimin.


Meski demikian, pihak sekolah tidak memasang target berlebihan kepada para peserta. Alimin lebih mengutamakan pengalaman dan kebahagiaan santri dalam mengikuti kompetisi tersebut.


“Saya berharap mereka bahagia dan menikmati prosesnya. Bisa mewakili sekolah saja sudah menjadi kebanggaan. Kalau mendapat juara tentu menjadi bonus atas kerja keras mereka. Apalagi saat ini mereka juga sedang menjalani ujian akhir semester, sehingga persiapannya berlipat,” katanya.


Ia menegaskan, sekolah tetap akan memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, terlepas dari hasil yang diperoleh dalam kompetisi tersebut.


“Kalau juara tentu alhamdulillah. Kalau belum berhasil, mereka tetap layak mendapatkan penghargaan karena sudah berani berjuang dan membawa nama sekolah,” ujar Alimin. (r)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO