GEMURUH tepuk tangan dan sorak-sorai ribuan pasang mata menyaksikan panggung megah di Lapangan GOR Lalu Muslihin, Ahad (21/6/2026) malam. Malam itu menjadi puncak kemeriahan sekaligus penutup rangkaian Festival Muharram 1448 Hijriah yang telah berlangsung sepekan penuh di Kabupaten Lombok Timur. Ribuan warga memadati lokasi sejak sore, lautan manusia yang tumpah ruah memenuhi setiap sudut lapangan demi menyaksikan panggung hiburan yang menghadirkan deretan musisi ibu kota.
Di bawah langit malam yang berhiaskan lampu panggung, energi positif seolah mengalir deras dari panggung ke ribuan pasang mata yang menatap penuh antusias. Bukan sekadar konser biasa, malam itu menjadi saksi bagaimana hiburan dan semangat perubahan berpadu dalam satu harmoni.

Penutupan Festival Muharram oleh Bupati Lotim, H. Haerul Warisin. (Suara NTB/rus)
Penampilan spesial dari band Gigi, Bams (eks vokalis Samsons), serta John Paul Ivan (eks gitaris Boomerang) berhasil menghipnotis penonton yang memadati GOR. Lagu-lagu hits mengalun, sesekali diiringi nyanyian massal dari ribuan pasangan suara yang larut dalam kemeriahan. Tak ketinggalan, musisi lokal Bapackguru yang lagunya tengah viral di media sosial juga turut meramaikan panggung penutupan, membaurkan semangat lokal dengan gemerlap hiburan nasional.
“Malam ini luar biasa! Kami tidak menyangka bisa menyaksikan musisi-musisi favorit di sini,” ujar salah seorang pengunjung, Rina, warga Selong yang datang bersama keluarganya sejak pukul empat sore. “Tahun lalu kami juga datang, tapi tahun ini lebih teratur dan nyaman.”
Antusiasme yang sama juga dirasakan oleh para pedagang UMKM yang stan-standnya tak pernah sepi pengunjung. “Dagangan saya laris manis, Mas. Ini berkah buat kami para pelaku usaha kecil,” cerita Siti, penjual kerajinan tenun khas Lombok yang membuka lapak di area bazar festival.
Momentum Perubahan
Di sela-sela gemerlap panggung, Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menyapa masyarakat dengan pesan yang sarat makna. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan besar agar festival ini menjadi momentum hijrah menuju kemajuan, sejalan dengan tema yang diusung: “Menebar Semangat Hijrah, Mewujudkan Lombok Timur SMART.”
“Momen 1 Muharram harus kita manfaatkan untuk melakukan perubahan untuk Lombok Timur yang lebih baik, lebih maju,” ujarnya tegas di hadapan ribuan masyarakat yang hadir. “Mudah-mudahan apa yang ingin kita raih, ingin kita capai untuk menyejahterakan Lombok Timur dan masyarakat Lombok Timur ke depan, Allah Swt. memberikan kita kesempatan dan keberkahan.”
Bupati yang akrab disapa Iron itu juga berkomitmen bahwa ke depan penyelenggaraan kegiatan ini akan terus ditingkatkan, baik dari segi kualitas, pengisi acara, maupun dampaknya bagi masyarakat Lombok Timur. “Ini bukan sekadar hiburan, tapi juga wadah kebersamaan dan semangat perubahan,” tambahnya.
Meski menghabiskan dana Rp2,2 miliar untuk membiayai semua rangkaian Muharam dari awal sampai akhir, Bupati meyakinkan bahwa kegiatan memperingati tahun baru Islam akan tetap dilaksanakan sebagai momentum perubahan bagi Gumi Selaparang.
“Investasi untuk kebersamaan dan semangat perubahan ini tidak ternilai harganya,” tegasnya.
Kemeriahan Sarat Makna
Festival Muharram 1448 H yang berlangsung sejak Selasa (16/6) dibuka dengan Pawai Taaruf yang spektakuler. Parade 1.448 dulang—angka yang melambangkan tahun Hijriah yang sedang diperingati—menjadi daya tarik tersendiri di awal penyelenggaraan. Pawai ini melibatkan masyarakat, pelajar, hingga jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Lombok Timur. Warna-warni pakaian tradisional dan keramahan khas Sasak turut mempercantik iring-iringan yang menyusuri jalanan Selong.
Selama sepekan, festival menghadirkan berbagai kegiatan yang tak kalah meriah. Mulai dari kegiatan keagamaan seperti pengajian dan tabligh akbar, pameran pembangunan yang menampilkan capaian daerah, pertunjukan seni budaya khas Lombok, hingga bazar UMKM yang menjadi denyut nadi ekonomi kerakyatan. Ratusan stan pameran UMKM turut meramaikan festival, menampilkan produk-produk unggulan lokal, mulai dari kuliner khas, kerajinan tenun, hingga aneka olahan kreatif masyarakat.
Tak hanya itu, penampilan band-band sekolah dan seniman lokal juga turut memeriahkan rangkaian acara. Pentas seni ini menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda Lombok Timur untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka.
Acara penutupan dimulai dengan momen haru, diawali dengan penyerahan santunan bagi sejumlah penerima manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan. Kehadiran para penerima manfaat menjadi pengingat bahwa di balik kemeriahan festival, terdapat kepedulian sosial yang menjadi bagian dari semangat Muharram.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya, Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik, sejumlah pimpinan OPD, serta Bupati Lombok Timur dua periode 2003-2008 dan 2013-2018 H. Moch. Ali Bin Dachlan. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan sinergitas dan kebersamaan seluruh elemen pemerintahan dalam mendukung keberhasilan festival.
Antusiasme masyarakat yang begitu tinggi menjadi perhatian serius panitia. Mengingat pengalaman tahun lalu yang dipadati ribuan pengunjung saat konser Wali Band di Lapangan Nasional Selong, panitia mengambil langkah bijak dengan memindahkan lokasi puncak acara ke Lapangan GOR Lalu Muslihin.
“Belajar dari pelaksanaan tahun lalu yang dipadati pengunjung, tahun ini lokasi dipindahkan ke Lapangan GOR Lalu Muslihin karena kapasitasnya jauh lebih besar sehingga lebih aman dan nyaman,” ujar Ketua Panitia Pelaksana yang juga Sekda Lotim, H. Muhammad Juaini Taofik.
Langkah ini terbukti tepat. Dengan kapasitas dua kali lebih luas, GOR Lalu Muslihin mampu menampung ribuan warga tanpa mengurangi kenyamanan. Pengamanan berlapis juga disiagakan dengan melibatkan personel gabungan dari Polres Lombok Timur, TNI, dan Satpol PP, serta dilengkapi metal detector di seluruh pintu masuk. Langkah ini memastikan keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.
Dengan berakhirnya Festival Muharram 1448 H, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap semangat hijrah dan kebersamaan yang terjalin selama perayaan dapat terus membawa perubahan positif. Tema “Menebar Semangat Hijrah, Mewujudkan Lombok Timur SMART” bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama untuk mewujudkan daerah yang Sejahtera, Mandiri, Agamis, Religius, dan Tertib.
Malam itu, di bawah gemerlap lampu panggung dan riuh rendah suara musik, ribuan warga Lombok Timur pulang dengan membawa lebih dari sekadar hiburan. Mereka membawa semangat baru, harapan baru, dan keyakinan bahwa perubahan menuju Lombok Timur yang lebih baik dimulai dari langkah kecil yang diambil bersama.
Festival Muharram telah usai, namun semangat hijrah itu—itulah yang akan terus bergema di setiap sudut Gumi Selaparang.
Di balik gemerlap panggung dan riuhnya alunan musik, Festival Muharram 1448 H di Gumi Patuh Karya ini telah membuktikan bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan. Bahwa hiburan dan nilai-nilai keagamaan dapat saling melengkapi. Dan yang terpenting, bahwa perubahan besar selalu dimulai dari kebersamaan—seperti ribuan warga yang malam itu bersatu dalam satu irama, satu harapan: Lombok Timur yang lebih baik. “Salam Hijrah untuk Lombok Timur yang SMART!” (rus)

