BerandaNTBKOTA MATARAMPemkot Mataram Salurkan Bantuan Rp50 Juta untuk Perbaikan MTs Badrussalam NW yang...

Pemkot Mataram Salurkan Bantuan Rp50 Juta untuk Perbaikan MTs Badrussalam NW yang Ambruk

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp50 juta kepada MTs Badrussalam NW Sekarbela guna membantu percepatan perbaikan bangunan sekolah yang ambruk beberapa hari lalu.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban yayasan dalam melakukan renovasi dua ruang kelas yang roboh, sehingga proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal, terutama menjelang penerimaan peserta didik baru.

Sebelumnya, dua ruang kelas di MTs Badrussalam NW yang berlokasi di Jalan Sultan Kaharuddin, Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, ambruk pada Sabtu (20/6) sekitar pukul 16.30 Wita. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut karena kegiatan belajar mengajar telah berakhir saat bangunan roboh.

Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, mengatakan bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan kegiatan pendidikan di sekolah tersebut.

“Harapan kami bantuan ini dapat membantu yayasan untuk segera melakukan perbaikan. Apalagi dalam waktu dekat akan ada penerimaan murid baru dan proses belajar mengajar harus tetap berjalan,” ujarnya, Selasa (23/6).

Menurut Mohan, pemerintah daerah masih menunggu hasil asesmen dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram terkait kondisi bangunan yang ambruk. Selain itu, Dinas Sosial Kota Mataram juga akan dilibatkan untuk membantu penanganan pascakejadian.

Ia menjelaskan, konsep pembangunan kembali kemungkinan akan disesuaikan dengan kondisi struktur utama bangunan yang masih layak digunakan. Sementara pada bagian atap dan konstruksi atas akan dipertimbangkan penggunaan material yang lebih ringan guna mengurangi risiko kejadian serupa di masa mendatang.

“Pembangunannya nanti akan disesuaikan dengan hasil kajian teknis. Yang jelas, aspek keamanan menjadi perhatian utama,” katanya.

Mohan juga mengingatkan seluruh pihak sekolah maupun yayasan pendidikan agar rutin memantau kondisi fisik bangunan sekolah. Jika ditemukan tanda-tanda kerusakan, pihak sekolah diminta segera melaporkannya kepada instansi terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Menurutnya, bangunan yang mengalami kerusakan berat sebaiknya tidak digunakan demi menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.

“Karena banyak bangunan sekolah yang usianya sudah cukup lama, kami meminta pihak sekolah dan yayasan untuk terus memantau kondisi fisik bangunannya agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” pesannya. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO