Mataram (Suara NTB) – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XXII Tahun 2028. Hal ini setelah NTB bersama dengan Provinsi NTT dan DKI Jakarta mendapatkan Surat Keputusan (SK) Penetapan Tuan Rumah PON dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) beberapa waktu lalu.
Sebagai tuan rumah, NTB kini menyiapkan sejumlah kebutuhan agar pekan olahraga terbesar ini bisa berjalan semestinya. Termasuk kebutuhan anggaran guna menyiapkan sejumlah venue olahraga, salah satunya yaitu revitalisasi Stadion 17 Desember, Mataram.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) NTB, Dr. H. Nursalim, S.Sos., M.M., mengatakan NTB setidaknya membutuhkan anggaran sekitar Rp700 miliar. Untuk menutupi kebutuhan tersebut, pihaknya berharap pusat bisa memberikan persentase Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2027 lebih tinggi ke NTB.
“Mudahan-mudahan TKD Rp90 triliun di Menteri Keuangan itu lebih banyak ke NTB sebagai tuan rumah PON ,” ujarnya, Jumat, 26 Juni 2026.
Menurutnya, pemerintah pusat melalui Menteri Keuangan (Menkeu) telah menganggarkan sekitar Rp90 triliun dana TKD tahun 2027 kepada 38 provinsi dan 500 kabupaten/kota se Indonesia.
Selain berharap adanya tambahan TKD, Pemprov NTB juga mengharapkan Dana Bagi Hasil (DBH) Rp600 miliar yang belum disalurkan oleh pusat agar segera menyalurkan ke NTB. “DBH-DBH kita yang tertunda kemarin mudah-mudahan bisa masuk semua,” lanjutnya.
Menyinggung soal estimasi kebutuhan total pelaksanaan PON di NTB, Nursalim mengaku tidak mengetahui teknis. Yang pasti, pihaknya memastikan akan mengalokasikan anggaran hibah PON 2028 kepada KONI.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB, Mori Hanafi membeberkan alasan Pemprov NTB dan pihaknya meminta anggaran senilai Rp700 miliar karena berkaca dari pelaksanaan PON Aceh Sumut 2024. Saat itu, mereka mendapatkan anggaran Rp800 miliar hanya untuk makan. “Ya wajar dong kalau NTB dapat Rp700 miliar,” katanya.
Menurutnya, anggaran senilai tersebut sudah ideal untuk pelaksanaan PON di NTB. Apalagi, akan ada lebih dari 30 cabang olahraga (cabor) yang akan diselenggarakan di provinsi ini. Ditambah lagi Ketua Umum KONI, lanjut Mori mengatakan venue olahraga di NTB sekelas dunia.
“Yang ngomong dia, bukan kita. Ini menandakan bahwa kita serius. Sudah oke persiapan kita,” tambah anggota DPR RI ini..
Meski begitu, masih terdapat sejumlah fasilitas yang perlu diperbaiki, termasuk peresmian beberapa venue. Selain itu, lintasan atletik dan stadion masih memerlukan penataan. Adapun dengan pelaksanaan ini, Mori mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kesiapan NTB menjadi tuan rumah. Selain dukungan anggaran pemerintah, pelaksanaan PON juga diperkirakan akan mendapat kontribusi dari berbagai sponsor.
“Biasanya bukan hanya satu sponsor, tetapi puluhan sponsor akan ikut mendukung penyelenggaraan PON,” ujarnya.
Di luar pembangunan infrastruktur, persiapan atlet menjadi fokus utama pemerintah daerah. NTB menargetkan mampu menembus lima besar klasemen perolehan medali pada ajang PON mendatang dengan target sekitar 60 medali.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menilai pembinaan atlet harus dilakukan secara serius melalui program pemusatan latihan dalam jangka waktu sekitar dua tahun. “Kita ingin masuk lima besar. Karena itu, atlet harus dipersiapkan secara serius melalui pelatihan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (era)

