BerandaEKONOMIJahe Gulung Khas Lombok Diminati Eropa

Jahe Gulung Khas Lombok Diminati Eropa

Mataram (Suara NTB) – Konsumsi jamu herbal kini tidak hanya dengan diminum, salah satu UMKM di Lombok, Kampung Ombak menawarkan jamu sehat dengan sensasi makan yang berbeda, yaitu dengan dibuat camilan gulung yang bisa dinikmati kapan saja.

Pemilik Kampung Ombak, Yosi Eka Kurniawati mengatakan dari modal jahe gulung tersebut, pihaknya bisa menawarkan produk herbal itu hingga ke Benua Eropa, tepatnya New Zealand. Sejak menggeluti camilan sehat itu di tahun 2017, produknya bisa menembus pasar internasional.

“Produk ini murni dari rempah-rempah, sehingga gluten free, non-kolesterol, dan sangat direkomendasikan untuk vegetarian,” ujarnya.

Berbentuk menyerupai cerutu kecil, Jahe Gulung hadir sebagai camilan sehat yang tetap mempertahankan manfaat jamu tradisional. Menurut Yosi, produk ini menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin mendapatkan manfaat herbal namun kurang menyukai rasa pahit jamu.

Selain mengedepankan bahan alami, proses produksi juga dilakukan tanpa bahan pengawet. Daya simpan produk dapat mencapai empat hingga enam bulan berkat proses pengeringan tanpa minyak serta kandungan gula yang berfungsi sebagai pengawet alami.

“Sebelum pandemi, kami rutin mengirim ke Singapura setiap bulan. Sementara untuk Selandia Baru, pengiriman dilakukan sesuai permintaan. Biasanya sekitar 200 kotak setiap kali ada pesanan, terutama saat ada kegiatan komunitas masyarakat Asia di sana,” katanya.

Setiap kotak berisi sembilan buah Jahe Gulung dan dijual dengan harga Rp25 ribu untuk pembelian langsung di lokasi produksi. Harga di toko oleh-oleh bervariasi sesuai kebijakan masing-masing penjual.

Yosi mengungkapkan, inspirasi produk tersebut berasal dari Kampung Ombak di Desa Bonjeruk. Menurutnya, di masa lalu, masyarakat setempat meracik ramuan herbal sebagai pengganti obat bagi ibu-ibu pascamelahirkan untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

“Karena akses kesehatan dulu sangat sulit, leluhur kami membuat ramuan herbal yang kemudian menjadi cikal bakal produk ini,” ungkanya.

Di samping cita rasa jamunya yang bisa dinikmati berbagai lidah, Yosi mengaku awalnya pihaknya cukup kesulitan memasarkan produknya. Namun sejak mengikuti program pembinaan UMKM pada 2025 oleh CIMB Niaga, pihaknya jadi lebih memahami bagaimana pengembangan produknya. Ia diajarkan cara bagaimana membuat kemasan, branding, pengelolaan keuangan, pemasaran, hingga fasilitasi akses permodalan. Sehingga produknya semakin dikenal.

“Setelah mengikuti pembinaan, kami jadi memahami pentingnya branding dan menentukan target pasar. Dulu kami hanya fokus menjual produk, sekarang kami tahu siapa konsumen yang tepat untuk produk herbal kami,” katanya.

Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga, Fransiska Oei mengatakan pihaknya terus mendorong pemberdayaan ekonomi bagi
masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perempuan serta teman
disabilitas di Indonesia Timur yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pembiayaan
perbankan.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui Program Community Link JadiBerkelanjutan yang
diinisiasi sejak 2022 dan kini memasuki Musim ke-4.

Sebagai bagian dari rangkaian program tersebut, CIMB Niaga bersama mitra pelaksana Berdaya Bareng
menyelenggarakan Graduation Program Community Link JadiBerkelanjutan Musim 4 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan ini menandai kelulusan para pelaku UMKM yang telah mengikuti rangkaian pelatihan serta pendampingan dari CIMB Niaga dan mitra, sekaligus menjadi momentum penyerahan dukungan akses permodalan kepada UMKM terpilih.

Program Community Link JadiBerkelanjutan merupakan bagian dari implementasi tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (TJSL/CSR) CIMB Niaga yang berfokus pada empat pilar utama, yaitu Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat, Pemberdayaan Ekonomi, serta Iklim dan Lingkungan.

Program ini menjadi wujud nyata dari pilar Pemberdayaan Ekonomi yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM, khususnya di Indonesia Timur.

“Melalui program ini, kami membekali UMKM dengan pelatihan, pendampingan, dan akses pembiayaan agar pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, dan tumbuh secara
berkelanjutan. Kami berharap para pelaku UMKM ini tidak hanya berkembang secara bisnis, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi lingkungan dan komunitas sekitarnya,” ujarnya.

Sejak dilaksanakan pada 2022, kolaborasi CIMB Niaga dan Berdaya Bareng telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia Timur, termasuk Mamminasata (Makassar, Maros, Gowa, dan Takalar), Toraja,
Manado, Samarinda, Balikpapan, hingga Kupang. Secara keseluruhan, program ini telah memberikan pelatihan kepada 979 pelaku UMKM serta membuka akses permodalan bagi sekitar 150 UMKM sebagai langkah nyata dalam mendorong pertumbuhan dan kemandirian usaha.

Memasuki Musim 4 yang dimulai pada 2025, program terus berkembang dengan menjangkau wilayah baru, yaitu Banjarmasin, Pontianak, Kendari, dan Lombok. Setelah melalui proses seleksi dari 284 pelaku

UMKM yang mengikuti pelatihan, sebanyak 57 UMKM terpilih memperoleh pendampingan lanjutan berupa pembiayaan tanpa bunga atau dukungan nonfinansial, 12 di antaranya berasal dari Lombok.

Lombok dipilih sebagai salah satu wilayah prioritas karena memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah serta peluang besar untuk pengembangan UMKM berbasis ekonomi berkelanjutan.

Melalui program ini, CIMB Niaga mendorong pelaku usaha lokal untuk memanfaatkan potensi secara optimal sehingga dapat meningkatkan daya saing dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Inisiatif ini juga merupakan bagian dari kontribusi CIMB Niaga dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta sejalan dengan program nasional pemberdayaan kewirausahaan melalui pendampingan usaha bagi pelaku UMKM. Selain prosesi graduation, rangkaian kegiatan di Lombok juga diisi dengan talkshow dan pameran produk UMKM yang memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk berbagi pengalaman sekaligus memperluas jejaring dan akses pasar.

“Ke depan, kami berharap sinergi antara CIMB Niaga, Berdaya Bareng, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dapat terus diperkuat, sehingga UMKM Indonesia semakin inovatif, adaptif, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tutupnya. (era)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO