BerandaEKONOMIDisdag Lobar Temukan Pedagang Diduga Mainkan Timbangan

Disdag Lobar Temukan Pedagang Diduga Mainkan Timbangan

Giri Menang (Suara NTB) – Tim Dinas Perdagangan Lombok Barat (Disdag Lobar) menemukan oknum pedagang yang diduga melakukan praktik curang memainkan timbangan gantung atau dacin. Oknum pedagang menempelkan besi magnet pada alat timbangan untuk menambah berat. Pedagang pun diingatkan jangan bermain dalam takaran, karena merugikan konsumen.

Dugaan kecurangan timbangan itu ditemukan dalam kegiatan tera ulang di Pasar Gerung, pada Selasa (30/6/2026). Dalam menguji dacin, tim memeriksa alat tersebut satu per satu. Saat memeriksa alat itu, tim menemukan besi magnet tertempel di alat timbangan. Besi magnet ini diduga sengaja dipasang untuk menambah berat, sehingga mengurangi takaran barang yang dijual ke konsumen.

“Temuan kami ini (alat pemberat) di Dacin pedagang, rugi konsumen kalau pakai ini,” tegas Kepala Bidang Metrologi Disdag Lobar, Zaenal Mitaqin.

Praktik permainan timbangan dengan menambah berat bukan kali ini saja ditemukan, tetapi tahun sebelumnya juga banyak ditemukan. Kali ini pun diperkirakan banyak juga, sebab temuan ini baru di satu pasar, belum lagi di pasar-pasar lain yang berjumlah 23 pasar se-Lombok Barat. Praktik ini termasuk curang atau nakal, dalam menjual barang tidak sesuai takaran.

“Seharusnya dapat satu kilogram tapi mungkin kurang seperempat kilogram,” ungkapnya.

Untuk mengurangi praktik curang ini, pihaknya pun melakukan tera ulang dacin tiap tahunnya. Alat timbangan pedagang di pasar ditera ulang agar hasil timbangannya sesuai takaran. Sehingga hak konsumen terjamin dan tidak dirugikan. Terhadap pedagang yang ketahuan memainkan alat timbangan, pihaknya sebatas menegur agar tidak mengulanginya.

Sementara itu, Kepala Pasar Gerung Ginti Dwi Sasmito mengatakan teran ulang dacin di Pasar Gerung sebagai upaya mengantisipasi kecurangan timbangan. Pengawasan pun dilakukan pihaknya bersama dinas, terhadap alat timbangan tersebut. “Kami terus berupaya mengantisipasi,” imbuhnya. Selain itu pihaknya tetap mengimbau para pedagang untuk penimbangan sesuai takaran. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO