BerandaNTBLOMBOK BARATWarga Dibekali Simulasi, PMI Lobar Perkuat Sistem Peringatan Dini Bencana Banjir di...

Warga Dibekali Simulasi, PMI Lobar Perkuat Sistem Peringatan Dini Bencana Banjir di Sekotong

Giri Menang (Suara NTB) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menggelar simulasi Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS) banjir yang melibatkan masyarakat, Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT), pemerintah desa, hingga lintas instansi di wilayah Sekotong pada Kamis (2/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Siap Siaga PMI Lombok Barat 2025–2027 yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana banjir. Simulasi diawali dengan kegiatan Table Top Exercise (TTX) di Ekowisata Bagek Kembar Mpol sebelum dilanjutkan dengan simulasi lapangan di Dusun Sekotong I, Desa Sekotong Tengah. Sebanyak 120 peserta terlibat, terdiri atas unsur BPBD, BMKG, pemerintah desa, TNI-Polri, relawan PMI, SIBAT, kelompok rentan, penyandang disabilitas, masyarakat, hingga media.

Staf Divisi Penanggulangan Bencana PMI Pusat, Bramantio Bagus W, yang hadir langsung pada kegiatan itu mengatakan simulasi tersebut menjadi sarana untuk menguji efektivitas Standar Operasional Prosedur (SOP) EWS banjir yang sebelumnya telah disusun secara partisipatif bersama masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menguji kecepatan penyampaian informasi, tetapi juga memastikan koordinasi antarunsur berjalan efektif ketika terjadi ancaman banjir.

Selain itu, simulasi dilakukan agar seluruh pihak memahami tugas dan peran masing-masing sehingga proses evakuasi dapat berlangsung cepat, terarah, dan mengutamakan keselamatan kelompok rentan.

“Kegiatan ini bertujuan memastikan sistem peringatan dini benar-benar dapat diterapkan di lapangan. Kami ingin melihat bagaimana alur komunikasi, penyebaran informasi, hingga proses evakuasi berjalan sesuai SOP yang telah disusun bersama masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, simulasi juga menjadi bahan evaluasi untuk menemukan berbagai kendala yang masih muncul di lapangan sehingga dapat dilakukan penyempurnaan terhadap SOP maupun mekanisme koordinasi antarpemangku kepentingan. Hasil evaluasi tersebut diharapkan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir.

Ketua RT Dusun Sekotong Tengah I, Akhyar Rosidi, mengapresiasi pelaksanaan simulasi tersebut karena memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan saat menerima informasi potensi banjir. Menurutnya, keterlibatan warga dalam simulasi membuat masyarakat semakin memahami jalur evakuasi, mekanisme penyebaran informasi, serta pentingnya membantu kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.

“Melalui simulasi ini warga menjadi lebih siap. Kami mengetahui apa yang harus dilakukan mulai dari menerima informasi, mengamankan keluarga, hingga menuju lokasi evakuasi apabila kondisi darurat benar-benar terjadi,” katanya.

Dalam simulasi lapangan, peserta mempraktikkan tahapan penerimaan informasi peringatan dini, penyebarluasan informasi melalui pengeras suara dan media komunikasi desa, persiapan evakuasi warga, pendataan masyarakat terdampak, hingga evaluasi pelaksanaan simulasi.

Seluruh rangkaian dirancang menyerupai kondisi bencana sebenarnya agar kemampuan koordinasi setiap unsur dapat diuji secara menyeluruh. Melalui kegiatan tersebut, PMI Lombok Barat berharap kesiapsiagaan masyarakat di Desa Sekotong Tengah, Desa Cendimanik, Desa Persiapan Empol, dan Desa Taman Baru semakin meningkat sehingga risiko korban maupun kerugian akibat bencana banjir dapat diminimalkan melalui sistem peringatan dini yang berjalan efektif. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO