Mataram (Suara NTB) – Pencinta kopi memiliki destinasi menarik di Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia 2026 yang digelar Bank Indonesia , terpusat Lombok Epicentrum Mall, Mataram, pada 10-12 Juli 2026.
Salah satu yang mencuri pehatian adalah booth Wakafein, di mana pengunjung tidak hanya menikmati beragam kopi premium Nusantara, tetapi juga dapat berwakaf untuk mendukung berbagai program sosial.
Booth Wakafein menjadi salah satu area yang ramai dikunjungi sejak hari pertama penyelenggaraan festival.
Aroma kopi yang diseduh langsung dari berbagai daerah di Indonesia menarik perhatian pengunjung mal untuk singgah dan mencicipi cita rasa khas kopi Nusantara.
Dengan berwakaf minimal Rp15 ribu, pengunjung sudah dapat menikmati secangkir kopi pilihan. Dana wakaf yang terkumpul selanjutnya akan disalurkan untuk berbagai program kemanfaatan, seperti membantu pendidikan mahasiswa hingga kegiatan sosial di panti asuhan.
Guide Popup Wakafein FESyar NTB, Alvian Maulana Akbar, menjelaskan booth ini menghadirkan tiga jenis kopi utama, yakni Arabika, Robusta, dan Liberika, yang berasal dari berbagai sentra kopi di Indonesia.
“Masing-masing memiliki karakter dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.
Untuk jenis Arabika, pengunjung dapat memilih kopi dari Kamanuru (Sulawesi Tengah), Mamasa (Sulawesi Barat), Kasuari (Papua), Manggarai dan Bajawa (Nusa Tenggara Timur), hingga Arfak (Papua Barat). Masing-masing memiliki karakter rasa yang lembut, harum, hingga fruity khas dataran tinggi.
Sementara kategori Robusta menghadirkan kopi Meratus (Kalimantan Selatan), Tolaki (Sulawesi Tenggara), Kalemago (Sulawesi Tengah), Gunung Ambang (Sulawesi Utara), Balikpapan, serta Aroma Sumba dengan karakter rasa yang lebih kuat, body tebal, serta dominasi cita rasa cokelat dan karamel.
Bagi pencinta cita rasa yang lebih unik, tersedia pula kopi Liberika dari Kayong Utara (Kalimantan Barat), Tapin (Kalimantan Selatan), Cempaka Putih (Gorontalo), hingga Kalimantan Utara yang menawarkan aroma eksotis dengan karakter buah-buahan dan rempah.
Tidak hanya kopi hitam, pengunjung juga dapat memilih berbagai olahan minuman seperti americano, latte, kopi rempah, hingga minuman non-kopi seperti hot chocolate, saraba, air guraka, dan wedang Dayak.
Konsep Wakafein menggabungkan budaya minum kopi dengan semangat berbagi melalui wakaf.
“Kalau mau ngopi, cukup berwakaf minimal Rp15 ribu. Dana wakaf itu nanti akan disalurkan untuk program-program sosial, seperti membantu mahasiswa yang membutuhkan maupun panti asuhan,” jelasnya.
Antusiasme pengunjung cukup tinggi. Pemgunjung datang cukup ramai untuk menikmati kopi sekaligus berpartisipasi dalam program wakaf ini.
Beberapa varian kopi menjadi favorit pengunjung, terutama kopi dari Nusa Tenggara Barat dan Papua yang paling sering harus diisi ulang karena tingginya permintaan.
Selain menjadi ajang promosi produk kopi Nusantara, kehadiran Wakafein juga memperkenalkan konsep ekonomi syariah yang dikemas secara kreatif dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Melalui secangkir kopi, pengunjung tidak hanya menikmati kekayaan cita rasa dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga turut berkontribusi dalam kegiatan sosial melalui wakaf.
Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia 2026 sendiri berlangsung hingga Minggu (12/7/2026) di Lombok Epicentrum Mall, menghadirkan beragam pameran produk halal, layanan keuangan syariah, UMKM, fesyen muslim, kuliner, serta berbagai kegiatan edukasi bagi masyarakat. (bul)

