Giri Menang (Suara NTB) – Kejadian kebakaran di wilayah Lombok Barat (Lobar) mengalami peningkatan beberapa bulan terakhir. Hal ini terlihat dari jumlah kejadian yang ditangani Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan setempat, pada triwulan II meningkat dibanding triwulan I tahun 2026 ini.
Peningkatan kejadian yang didominasi kebakaran lahan ini bersamaan dengan fenomena El Nino yang melanda sejak bulan Mei lalu. Berdasarkan data Dinas Damkarmat setempat mencatat selama triwulan I (Januari-Maret), jumlah kejadian kebakaran sebanyak 13. Dari kejadian itu, Damkar mampu menyelamatkan harta benda korban ditaksir mencapai Rp4,7 miliar. Sedangkan kerugian akibat tidak bisa diselamatkan Rp470 juta.
Jumlah kejadian ini meningkat di triwulan II (April hingga Juli) sebanyak lima kasus menjadi 18 kejadian kebakaran di Lombok Barat. Dengan kerugian harta yang bisa dicegah mencapai Rp565 juta sedangkan yang tidak bisa diselamatkan Rp531 juta. Dalam penanganan kebakaran ini, Damkarmat setempat mampu memenuhi response time sesuai standar bahkan melampaui Nasional. Sehingga kerugian harta benda yang dialami warga akibat kebakaran pun bisa ditekan.
Peningkatan juga terjadi pada kejadian non kebakaran yang ditangani pihak Damkarmat. Dimana pada triwulan I tercatat sebanyak 81 kejadian sedangkan tahun triwulan II bertambah menjadi 96.
Kepala Dinas Damkarmat Lobar melalui Kabid Pemadaman Penyelamatan dan Sapras, Dedy Aswandi dikonfirmasi media mengatakan bahwa El Nino berpengaruh hingga menjadi salah satu pemicu peningkatan kejadian kebakaran.
“Terjadi peningkatan kejadian (kebakaran) dibandingkan sebelumnya pada triwulan I sebanyak 13 kejadian, meningkat menjadi 18 kejadian (triwulan II),” kata dia, Selasa (14/7/2026).
Pengaruh cuaca panas dampak El Nino ini, menjadi salah satu yang memicu kebakaran lahan dan rumah di Lombok Barat. Sehingga kejadian yang ditangani Pihaknya pun didominasi kebakaran lahan dan rumah atau bangunan sejenisnya.
Berdasarkan data kejadian, daerah yang lumayan tinggi kebakaran bangunan (rumah) di wilayah Lingsar dan Batulayar. Sedangkan kebakaran lahan dan sampah, banyak terjadi di wilayah Gerung dan lainnya. Akibat kejadian kebakaran ini, kerugian terbesar di wilayah Batulayar. Karena kebakaran menimpa sebuah kafe, yang diperkirakan kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah.
Mengantisipasi kejadian kebakaran ini, pihaknya gencar turun sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. “Kami turun ke desa-desa untuk sosialisasi dan edukasi, kita sampai kepada masyarakat agar tetap waspada dengan dampak cuaca Elnino saat ini,” jelasnya.
Pihaknya mengimbau warga agar tidak melakukan tindakan membakar lahan dan sampah secara sembarang, sehingga memicu kebakaran di Lombok Barat. Terlebih dampak cuaca El Nino ini, menurut perkiraan BMKG lumayan panjang hingga awal tahun depan. Untuk itu, warga juga diimbau agar bijak menggunakan air, karena kondisi kekeringan yang melanda daerah ini. (her)

