Mataram (Suara NTB) – Balai Bahasa Provinsi NTB resmi mengimplementasikan Simpel-BMN (Sistem Informasi Peminjaman Layanan Barang Milik Negara) sebagai inovasi digital untuk meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas layanan peminjaman BMN. Implementasi Simpel-BMN menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola aset negara sekaligus mendukung transformasi digital di lingkungan Balai Bahasa Provinsi NTB.
Simpel-BMN merupakan aksi perubahan yang digagas oleh Diah Rachma Yudita, Kepala Subbagian Umum Balai Bahasa Provinsi NTB, dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I Tahun 2026. Inovasi ini lahir dari kebutuhan untuk menyempurnakan proses layanan peminjaman BMN yang sebelumnya masih dilakukan secara manual dan semi digital sehingga memerlukan waktu lebih lama dalam proses administrasi, monitoring, dan dokumentasi. Melalui Simpel-BMN, pengguna layanan kini dapat mengajukan peminjaman, memantau status permohonan, serta melakukan pengembalian barang melalui satu platform digital. Sistem ini juga menyediakan dokumentasi elektronik dan jejak digital yang memudahkan pengawasan, pelaporan, serta evaluasi layanan secara berkelanjutan.
Penginisiasi Simpel-BMN, Diah Rachma Yudita, menyampaikan bahwa inovasi ini tidak hanya menghasilkan sebuah aplikasi, tetapi juga mendorong perubahan budaya kerja yang lebih tertib, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Simpel-BMN hadir sebagai solusi untuk menghadirkan layanan peminjaman BMN yang lebih cepat, transparan, dan terdokumentasi dengan baik. Kami berharap inovasi ini dapat memberikan kemudahan bagi pengguna layanan sekaligus memperkuat akuntabilitas pengelolaan BMN di lingkungan Balai Bahasa Provinsi NTB,” ujarnya.
Sebagai tahap akhir rangkaian diseminasi dan sosialisasi aksi perubahan, implementasi Simpel-BMN diharapkan dapat menjadi praktik baik yang terus dikembangkan dan direplikasi pada satuan kerja lainnya. Melalui inovasi ini, Balai Bahasa Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan yang profesional, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.
Lebih lanjut, Diah Rachma Yudita menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Simpel-BMN merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pimpinan, mentor, coach, tim efektif, pengelola BMN, hingga seluruh pengguna layanan yang telah memberikan dukungan selama proses perancangan, pengembangan, dan implementasi aksi perubahan. “Inovasi ini tidak dapat berjalan sendiri. Dukungan pimpinan dan partisipasi aktif seluruh pegawai menjadi kunci keberhasilan implementasi Simpel-BMN. Semoga inovasi ini dapat terus memberikan nilai tambah bagi peningkatan kualitas layanan dan pengelolaan aset negara di lingkungan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat,” pungkasnya. (r)

