Taliwang (Suara NTB) – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumbaw Barat,menggelar pembekalan bagi panitia pemilihan kepala desa tingkat desa, Kamis (30/7).
Kegiatan yang berlangsung di Lantai III Kantor Sekretariat Daerah (Setda) KSB itu, dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Hairul. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DPMD KSB H. Abdul Hamid para camat se-KSB, serta ketua dan anggota PPKD dari 21 desa yang akan menggelar Pilkades secara serentak tahun ini.
Sekda Hairul menegaskan bahwa panitia memiliki peran penting dalam menentukan sukses tidaknya pelaksanaan Pilkades. Karena itu, seluruh panitia diminta bekerja secara profesional dan memegang teguh aturan yang berlaku. “Sebagai panitia, bapak ibu menjadi garda terdepan memastikan suksesnya agenda demokrasi di tingkat desa ini,” katanya.
Sekda menekankan tiga prinsip utama yang harus menjadi pedoman panitia selama tahapan Pilkades berlangsung, yakni menjunjung tinggi asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber dan Jurdil), menjaga netralitas, serta mengedepankan transparansi dalam setiap proses penyelenggaraan.
“Panitia harus menjunjung tinggi prinsip luber dan jurdil, netral, dan transparan. Suksesnya Pilkades ada di tangan bapak ibu sekalian. Jangan sampai ada konflik di desa karena kesalahan teknis,” tegas Sekda Hairul.
Sementara itu Kepala DPMD KSB, H. Abdul Hamid mengatakan, pembekalan tersebut merupakan salah satu tahapan penting untuk mematangkan seluruh persiapan menjelang pelaksanaan Pilkades Serentak 2026.
Hamid menambahkan, pembekalan menjadi semakin penting karena Pilkades tahun ini akan dilaksanakan menggunakan sistem digital atau e-voting. Penerapan sistem baru tersebut, menuntut seluruh panitia memahami alur pelaksanaan pemungutan suara, penggunaan perangkat, hingga tata cara pelayanan kepada pemilih di tempat pemungutan suara.
“Melalui pembekalan ini kami ingin memastikan seluruh panitia memiliki pemahaman yang sama terhadap setiap tahapan Pilkades. Apalagi tahun ini kita akan menerapkan sistem e-voting, sehingga ada banyak hal baru yang harus dipahami dan dikuasai panitia agar pelaksanaannya berjalan lancar,” pungkas Hamid.(bug)

