BerandaNTBSUMBAWAInvestasi Sektor Wisata Sandro Pole Capai Rp169 Miliar

Investasi Sektor Wisata Sandro Pole Capai Rp169 Miliar

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, mencatat nilai investasi di kawasan Sandro Pole mencapai Rp169 miliar. Luas lahan investasi yang disiapkan pemerintah sekitar 20 hektar.

“Modal yang diperlukan sekitar Rp169 miliar dan akan kita arahkan menjadi destinasi pariwisata ultra premium dan premium,karena di kawasan Samota ada tujuh keajaiban,” kata Kabid Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bapperida Kabupaten Sumbawa, Andi Kusmayadi, pekan kemarin.

Selain tujuh keajaiban kawasan tersebut, juga berada di wilayah konservasi. Salah satu yang menjadi daya tarik sehingga pertumbuhannya mencari 1.000 persen yakni dengan adanya salah satu spesies langka yang dilindungi yakni hiu paus atau whale shark.

“Nilai ekonomi di kawasan Samota juga ditaksir mencapai Rp896 miliar termasuk jasa serta ekosistem yang berada di kawasan konservasi hiu paus tersebut,” ucapnya.

Posisi Sandro Pole nantinya akan dijadikan sebagai gerbang masuk ke destinasi lainnya yang berada di kawasan tersebut. Pasalnya, Kabupaten Sumbawa menjadi salah satu destinasi wisata yang dianggap genuine atau murni oleh para Yatcher yang datang ke Sumbawa. Keindahan destinasi ini dinilai hampir sama dengan Raja Ampat di Papua.

Untuk mempercepat terwujudnya wisata premium dan ultra premium saat ini, pemerintah terus menyiapkan proposal untuk diajukan ke Investments Ready to Offer (IPPRO). Termasuk juga beberapa pulau kecil yang berada di sekitar kawasan teluk saleh untuk dipasarkan kepada para investor.

“Hasil identifikasi awal kita ada sekitar 50 pulau-pulau kecil dengan keunikan masing-masing. Pulau kecil juga akan terus kita kembangkan menjadi sektor pariwisata tematik,” ucapnya.

Ia memastikan dengan pola pengembangan yang dilakukan pemerintah, maka Kabupaten Sumbawa tidak lagi menjadi lokasi transit saja, melainkan akan menjadi pusat kunjungan bagi para wisatawan menuju ke Labuhan Bajo di NTT.

“Kita menginginkan bahwa wisatawan akan menjadikan Sumbawa sebagai destinasi tujuan bukan lagi transit. Karena selama ini Sumbawa hanya menjadi wilayah perlintasan menuju Lombok dan labuhan Bajo,” tambahnya. (ils)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO