Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa, memastikan tengah melakukan evaluasi terkait pelaksanaan Car Free Night (CFN) di Lapangan Pahlawan. Evaluasi ini perlu untuk memastikan program ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.
“CFN ini sudah memasuki tahun kedua dan di pelaksanaan tahun pertama perlu kita evaluasi. Hal itu kita lakukan untuk perbaikan di pelaksanaan di masa yang akan datang,” kata Kabag Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Sumbawa, Ivan Indrajaya, Selasa (4/8).
Ivan melanjutkan, program CFN digagas pemerintah sebagai salah satu implementasi 12 Program Jarot–Ansori yakni poin sembilan terkait permodalan dan pendampingan UMKM, sehingga program ini bisa benar-benar memberikan dampak terhadap pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Animo masyarakat untuk mengambil bagian di CFN ini sangat bagus. Bahkan hampir setiap malam pelaksanaannya ada saja kenaikan jumlah UMKM yang berjualan,” ucapnya.
Menurut Ivan, CFN tidak hanya menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya. Tetapi sebagai tempat berkembang serta sebagai wadah kreativitas masyarakat melalui berbagai aktivitas seni, budaya, dan hiburan yang digelar setiap pekan.
“Ada sekitar 500 pelaku UMKM telah berjualan di kawasan CFN. Sementara itu, terdapat sekitar 400 pelaku UMKM lainnya yang masih mengantre untuk mendapatkan kesempatan bergabung,” jelasnya.
Tingginya animo para UMKM untuk berjualan di CFN kata dia,akan menjadi bahan kajian pemerintah kedepannya. Termasuk juga akan mengkaji kemungkinan pengembangan pelaksanaan CFN tidak hanya di Kota Sumbawa, tetapi juga di sejumlah kecamatan.
“CFN di tingkat kecamatan kita harapkan bisa mampu membuka lebih banyak peluang usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah yang lebih luas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah lanjut Ivan, saat ini tengah membuat kajian untuk mengukur kontribusi CFN terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satunya dengan menghitung kontribusi sektor UMKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sumbawa.
“Kami telah berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menyusun metode penghitungan kontribusi UMKM terhadap PDRB. Indikator paling penting adanya peningkatan pendapatan bagi masyarakat yang terlibat dalam kegiatan,” terangnya.
Dari sisi penyelenggaraan, sejumlah aspek teknis juga menjadi perhatian dalam evaluasi. Salah satunya mengenai jam operasional pemutaran musik yang diminta dimulai setelah pelaksanaan Salat Isya sebagai bentuk penghormatan terhadap aktivitas ibadah masyarakat.
“Selama ini kegiatan dipusatkan di lapangan Pahlawan mulai sore hari hingga pukul 23.00 Wita. Namun, karena kawasan itu dinilai padat, sehingga kita pertimbangkan alternatif lokasi lain, seperti Taman Kerato maupun Taman Genang Genis,” jelasnya.
Pelaksanaan CFN juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah melalui retribusi parkir yang mencapai sekitar Rp375 ribu setiap pekan. Sementara dari aspek digitalisasi, hampir 100 persen pelaku UMKM yang berpartisipasi telah menggunakan sistem pembayaran digital dalam transaksi dengan pengunjung.
“CFN ini kita anggap sudah cukup sukses sehingga apa yang masih kurang akan kita tambah agar lebih baik di masa yang akan datang,” ujarnya. (ils)

