Mataram (Suara NTB) – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMM Mataram secara resmi melepas sebanyak 58 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tahun 2026 yang akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di enam desa yang tersebar pada dua kecamatan di Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan pelepasan dan serah terima mahasiswa dilaksanakan secara serentak pada Selasa, 4 Agustus 2026, di masing-masing kantor desa lokasi penempatan.
Pelaksanaan KKNT tahun ini mengusung tema “Pengembangan Potensi Desa dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Pembinaan UMKM” sebagai bentuk komitmen STIE AMM Mataram dalam mendukung pembangunan desa melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sebanyak 58 mahasiswa yang mengikuti program tersebut terdiri atas 34 mahasiswa Program Studi S1 Manajemen dan 24 mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi. Seluruh peserta akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat mulai 4 Agustus hingga 21 September 2026.
Adapun lokasi pelaksanaan KKNT tersebar di dua kecamatan, yaitu:
Kecamatan Lingsar
Desa Sigerongan
Desa Duman
Desa Dasan Geria
Kecamatan Gunungsari
Desa Kekeri
Desa Midang
Desa Jati Sela
Pada setiap desa, mahasiswa didampingi oleh dua orang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang ditugaskan secara resmi oleh STIE AMM Mataram untuk memberikan pendampingan akademik sekaligus memastikan pelaksanaan program kerja berjalan sesuai dengan tujuan KKNT.
Prosesi serah terima mahasiswa berlangsung di kantor desa masing-masing dan diterima langsung oleh Kepala Desa beserta jajaran aparatur desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para kepala dusun. Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat, sederhana, namun sarat makna sebagai awal terjalinnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan masyarakat.
Ketua STIE AMM Mataram, Dr. H. Umar Said, S.E., M.M., menyampaikan bahwa pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tematik merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
“Kuliah Kerja Nyata Tematik bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik mahasiswa, tetapi menjadi media pembelajaran yang sesungguhnya untuk mengasah kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, serta penerapan ilmu pengetahuan dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui tema ‘Pengembangan Potensi Desa dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Pembinaan UMKM’, kami berharap mahasiswa mampu menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam mendorong lahirnya inovasi, penguatan kapasitas pelaku UMKM, dan pemanfaatan potensi lokal yang berkelanjutan,” ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa keberhasilan program KKNT tidak hanya diukur dari terlaksananya seluruh program kerja mahasiswa, tetapi juga dari manfaat nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Kami berharap seluruh mahasiswa STIE AMM dapat menjaga nama baik almamater dengan menjunjung tinggi etika, disiplin, dan profesionalisme selama berada di tengah masyarakat. Jadikan setiap tantangan di lapangan sebagai proses belajar yang berharga, bangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat, sehingga program-program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak positif serta dapat menjadi fondasi bagi pengembangan ekonomi desa di masa mendatang,” tambah Umar.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh tokoh masyarakat yang telah menerima dan mendukung pelaksanaan KKNT STIE AMM Mataram Tahun 2026. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan dalam menciptakan program pengabdian yang berkelanjutan serta berdampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui program KKNT ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu sektor strategis penggerak ekonomi desa.
Selain menjadi sarana pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), KKNT juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia akademik dengan pemerintah desa dalam menggali potensi lokal, meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, serta mendorong lahirnya inovasi yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
STIE AMM Mataram berharap seluruh mahasiswa peserta KKNT dapat menjalankan setiap program kerja secara profesional, menjunjung tinggi etika akademik, beradaptasi dengan kehidupan masyarakat, serta menghadirkan solusi yang relevan terhadap berbagai potensi dan tantangan pembangunan desa. Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, program KKNT Tahun 2026 diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi wahana pembentukan lulusan yang kompeten, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. (r/*)

