BerandaNTBKOTA MATARAMDisdag Usulkan Tambahan Elpiji 3 Kg

Disdag Usulkan Tambahan Elpiji 3 Kg

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Perdagangan (Disdag) mengusulkan penambahan alokasi atau ekstra dropping elpiji subsidi 3 kilogram untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026.

Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Disdag Kota Mataram, Sri Wahyunida, mengatakan usulan penambahan alokasi tersebut ditargetkan disampaikan kepada Pertamina pekan depan. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi masyarakat sekaligus potensi kendala distribusi akibat adanya libur nasional.

“Langkah itu untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi masyarakat menjelang perayaan Maulid Nabi serta mengantisipasi potensi kendala distribusi akibat libur nasional,” ujarnya, pekan kemarin.

Menurutnya, Disdag telah berkoordinasi dengan Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kota Mataram untuk menyiapkan pengajuan resmi penambahan alokasi tersebut. Pengajuan akan disampaikan kepada Pertamina pekan depan.

“Usulan tambahan alokasi elpiji subsidi akan kami usulkan minggu depan agar distribusi tetap dilakukan meskipun hari libur. Libur sehari saja memengaruhi penyaluran distribusi berikutnya,” jelasnya.

Terkait jumlah tambahan kuota yang akan diusulkan, Disdag belum menetapkan angka pasti. Penentuan kebutuhan tambahan akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah melalui koordinasi bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas).

Disdag Kota Mataram bersama Hiswana Migas juga telah menyiapkan pola penyaluran tambahan kuota agar tepat sasaran. Salah satunya dengan memprioritaskan wilayah atau kecamatan yang lebih awal menggelar perayaan Maulid.

Nida menjelaskan, berbagai kegiatan masyarakat dalam rangka perayaan Maulid Nabi biasanya berdampak terhadap peningkatan kebutuhan pangan dan bahan bakar rumah tangga. Kondisi tersebut perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan gangguan pasokan di pasaran.

“Karena itu, potensi kekurangan stok kebutuhan pokok, termasuk elpiji, harus diantisipasi lebih awal untuk menghindari kekurangan hingga kelangkaan yang bisa memicu kenaikan harga,” katanya.

Hiswana Migas, lanjut Nida, juga telah meminta informasi mengenai wilayah atau kecamatan yang lebih dahulu menggelar perayaan Maulid. Informasi tersebut diperlukan agar penyaluran tambahan elpiji subsidi dapat diarahkan lebih cepat sesuai kebutuhan di lapangan.

Di sisi lain, Disdag mengakui adanya penyesuaian atau pengurangan kuota elpiji subsidi secara nasional pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, kondisi pasokan di Kota Mataram sejauh ini masih terpantau aman.

Hasil inspeksi mendadak (sidak) dan pemantauan yang telah beberapa kali dilakukan Disdag bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Mataram menunjukkan stok dan penyaluran elpiji subsidi 3 kilogram masih berjalan sesuai alokasi dan kontrak pangkalan.

Selain elpiji subsidi, Disdag juga terus memantau ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok dan penting (Bapokting) lainnya. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat selama momentum hari besar keagamaan tetap terpenuhi dan tidak terjadi gejolak harga. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO