BerandaNTBKOTA MATARAMEmpat Titik per Lingkungan

Empat Titik per Lingkungan

- Advertisement -

PEMERINTAH Kelurahan Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, telah menuntaskan pembangunan 12 titik Tempah Dedoro. Jumlah tersebut tersebar di tiga lingkungan dengan masing-masing empat titik.

Lurah Gomong, Muhammad Ilham, mengatakan pembangunan Tempah Dedoro tersebut telah disesuaikan dengan target dan kebutuhan di masing-masing lingkungan. Menurutnya, jumlah tersebut dinilai realistis agar keberadaan Tempah Dedoro dapat dikelola secara efektif oleh masyarakat.

“Datanya sudah kita kirim ke DLH sejak bulan lalu,” ujarnya, Rabu (12/8).

Ilham menjelaskan, pembangunan 12 titik tersebut merupakan hasil kesepakatan pemerintah kelurahan bersama para kepala lingkungan. Pihaknya sengaja tidak membangun dalam jumlah terlalu banyak karena dikhawatirkan tidak dikelola secara optimal.

Jika jumlahnya terlalu banyak, kata dia, ada kekhawatiran Tempah Dedoro justru dimanfaatkan sebagai tempat membuang sampah tanpa pemilahan antara sampah organik dan anorganik.

Bahkan, sebagian masyarakat sempat menyampaikan keberatan jika pembangunan dilakukan terlalu banyak. Pertimbangannya berkaitan dengan keterbatasan lahan serta potensi penyalahgunaan fungsi Tempah Dedoro.

“Tapi sudah kita berikan pemahaman kepada mereka. Soalnya kalau sudah penuh, DLH yang mengangkut,” jelasnya.

Ilham mengatakan, apabila masyarakat belum mampu mengolah sampah organik secara mandiri menjadi pupuk kompos, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram siap membantu menangani sampah organik yang telah terkumpul di Tempah Dedoro.

“Dari pihak DLH sudah siap untuk dikelola menjadi pupuk,” katanya.

Ia menambahkan, 12 titik Tempah Dedoro tersebut seluruhnya dibangun menggunakan anggaran Pemerintah Kelurahan Gomong. Sementara pembangunan secara swadaya oleh masyarakat baru dilakukan di beberapa lokasi, seperti tempat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sekolah.

Saat ini, Pemerintah Kelurahan Gomong terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar turut berpartisipasi dalam pengelolaan sampah melalui Tempah Dedoro. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.

“Minimal kita memberikan edukasi supaya mau. Selama ini masyarakat memang masih menggali lubang biasa tanpa penutup. Contohnya seperti di KWT kami. Prosesnya cukup lama untuk menjadi pupuk kompos,” pungkasnya. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO