BerandaPENDIDIKANSidang Komisi Bahasa Daerah Validasi 333 Kosakata Bahasa Samawa untuk Pengayaan KBBI

Sidang Komisi Bahasa Daerah Validasi 333 Kosakata Bahasa Samawa untuk Pengayaan KBBI

- Advertisement -

Mataram (Suara NTB) – Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelenggarakan Sidang Komisi Bahasa Daerah pada Selasa (11/8) dan Rabu (12/8). Kegiatan ini bertujuan memvalidasi kosakata bahasa daerah yang telah diverifikasi pada kegiatan Lokakarya Kosakata Bahasa Daerah. Sebanyak 333 kosakata bahasa Samawa menjadi bahan pembahasan dalam sidang tersebut untuk selanjutnya diusulkan sebagai kosakata serapan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Ketua panitia, M. Syamsur Rijal, dalam laporannya menyampaikan bahwa validasi ini merupakan tahapan penting dalam upaya pengembangan dan pelestarian bahasa daerah. Menurutnya, kosakata yang telah melalui proses inventarisasi, verifikasi, dan validasi memiliki peluang untuk memperkaya khazanah kosakata bahasa Indonesia melalui mekanisme pengusulan ke KBBI.

Kegiatan ini melibatkan dua staf Tim Pengembangan Balai Bahasa Provinsi NTB dan satu staf Tim Pelindungan Bahasa dan Sastra. Selain itu, hadir pula dua validator KBBI dari Badan Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, yakni Amat Triatna dan Dzinnun Almisri. Kehadiran para validator tersebut diharapkan dapat memastikan bahwa kosakata yang diusulkan telah memenuhi kriteria kebahasaan dan leksikografis yang diperlukan.

Kepala Balai Bahasa NTB, Arie Andrasyah Isa, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa bahasa daerah memiliki peran penting dalam memperkaya bahasa Indonesia. “Kosakata bahasa daerah yang memang unik dan dapat diserap dalam bahasa Indonesia sudah seharusnya dapat memperkaya bahasa Indonesia. Melalui validasi ini diharapkan definisi dari kosakata tersebut dapat mewakili maknanya secara umum,” ujarnya.

Pelaksanaan sidang dilakukan dalam bentuk panel yang mempertemukan tim validator KBBI dengan tim pengembangan Balai Bahasa Provinsi NTB. Setiap kosakata dibahas secara mendalam, meliputi bentuk, makna, definisi, konteks penggunaan, serta peluang penyerapannya ke dalam bahasa Indonesia. Proses tersebut dilakukan untuk menghasilkan definisi yang tepat, representatif, dan sesuai dengan kaidah penyusunan entri KBBI.

Selain mendukung pengayaan kosakata bahasa Indonesia, hasil validasi ini juga memiliki manfaat yang lebih luas. Kosakata yang telah divalidasi dapat menjadi bahan penyusunan berbagai produk perkamusan tematik, seperti kamus budaya, kamus pertanian, maupun kamus pada ranah keilmuan lainnya. Dengan demikian, hasil inventarisasi kosakata bahasa daerah tidak hanya terdokumentasi dengan baik, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pengembangan bahasa di NTB. (ron)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO