Praya (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dipastikan tidak masuk daftar daerah penerima bantuan anggaran dari pemerintah pusat. Pasalnya, dari hasil penilaian pemerintah pusat, Loteng masuk daftar daerah dengan kondisi anggaran yang baik. Karena itu, tidak perlu mendapat suntikan dana drai pusat, guna menutupi kebutuhan anggaran untuk gaji Aparat Sipil Negara (ASN). Termasuk tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
“Kita tidak termasuk daerah yang mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat,” aku Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Loteng, Taufikurrahman PN., kepada Suara NTB saat ditemui di Kantor Bupati Loteng, Kamis (13/8).
Sesuai permintaan dari pemerintah pusat, Pemkab Loteng sebelumnya sudah menyampaikan kondisi anggaran daerah serta prediksi kebutuhan anggaran hingga akhir tahun 2026. Dari hasil kajian pemerintah pusat, Loteng dinilai masih mampu untuk memenuhi kebutuhan anggarannya. Terutama untuk pembayaran gaji ASN lingkup Pemkab Loteng. Walaupun sebenarnya Pemkab Loteng berharap bisa mendapat bantuan anggaran dari pemerintah pusat. Supaya bisa membiayai program yang ada di daerah.
“Tapi karena keputusan ada di pemerinta pusat, kita tidak bisa intervensi. Meski sebenarnya kita berharap juga dapat bantuan dari pemerintah pusat. Sehingga sedikit tidak bisa membantu meringankan beban kebutuhan anggaran di daerah,” tegasnya.
Loteng sendiri saat ini memiliki sebanyak 15.882 ASN yang harus dibayarkan gaji dan tunjangannya. Baik itu PNS maupun tenaga PPPK penuh Waktu. Dengan kebutuhan anggaran untuk belanja pegawai mencapai Rp1,3 triliun per tahun. Itu belum termasuk untuk tenaga PPPK paruh Waktu. Di mana tahun ini butuh anggaran sekitar Rp20 miliar lebih.
Kendati tidak mendapat bantuan anggaran dari pemerintah pusat, Pemkab Loteng memastikan gaji dan tunjangan ASN lingkup Pemkab Loteng dalam posisi aman hingga akhir tahun ini. Di mana hingga saat ini realisasi belanja pegawai sudah di atas 40 persen.
“Untuk gaji dan tunjangan ASN termasuk tenaga PPPK Paruh Waktu anggaranya aman sampai akhir tahun,” tegas Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Loteng ini. (kir)


