BerandaNTBLOMBOK BARATPerayaan HUT Ke-81 RI ala Pemdes Kediri Selatan, Gelar Festival Permainan Tradisional,...

Perayaan HUT Ke-81 RI ala Pemdes Kediri Selatan, Gelar Festival Permainan Tradisional, Santunan hingga Hiburan Rakyat

- Advertisement -

Giri Menang (Suara NTB) – Perayaan HUT Ke-81 RI ala Pemerintah Desa (Pemdes) di berbagai wilayah di Lombok Barat dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan. Seperti di Desa Kediri Selatan Kecamatan Kediri, pemerintah desa setempat tidak sekadar menjadikan HUT RI menjadi ajang seremonial. Namun, Pemdes memberikan makna bagiamana kemerdekaan diisi dengan kebersamaan, persatuan kesatuan dan kegiatan positif serta kepedulian sesama masyarakat.

Melalui berbagai kegiatan yang dikemas dalam festival permainan tradisional, jalan sehat, santunan, stan UMKM hingga hiburan rakyat menghadirkan penyanyi lokal Jhon Kursi Roda. Pemdes ingin melibatkan atau memberikan ruang bagi masyarakat untuk ikut menikmati perayaan HUT kemerdekaan NKRI ini.

Kepala Desa Kediri Selatan, Edi Erwinsyah mengatakan, rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI digelar hampir sepekan oleh pihak desa bersama panitia dari unsur Karang Taruna, Himpunan Mahasiswa Kediri Selatan (Himakes) dan KKN IANH serta KKP UIN Mataram.

“Dimulai sejak tanggal 11 Agustus hingga tanggal 16 Agustus, Alhamdulillah berjalan dengan lancar,” kata Edi, Minggu (16/8/2026).

Kegiatan yang diadakan sejak tanggal 11 Agustus hingga 15 Agustus, diberikan ruang kepada semua kalangan, mulai dari anak-anak, ibu-ibu, hingga orang tua. Pihak panitia menyiapkan aneka permainan tradisional yang dilombakan, mulai dari lari karung, bola dangdut, son keleong atau Bakak dan lainnya.

Dalam permainan tradisional ini, tidak menghadirkan keseruan tetapi juga menghidupkan kembali minat warga terutama anak-anak terhadap permainan yang hampir punah. Sehingga permainan ini bisa tetap lestari di kalangan masyarakat. Puncaknya lanjut dia, pada tanggal 16 Agustus, digelar jalan sehat dan senang yang diikuti ratusan peserta dari warga setempat.

Kegiatan ini selain mengajak masyarakat hidup sehat, juga untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat ke desa. Setelah itu, dilakukan pembagian hadiah lawang atau door prize kepada peserta. Hadiah lawang menarik disiapkan pihak panitia, seperti sepeda, kulkas, beberapa perabot rumah tangga. Untuk mendapatkan keberkahan dalam pembangunan di desa dan masyarakat, digelar santunan kepada anak yatim-piatu dan fakir miskin yang didukung oleh Baznas provinsi, Pemdes, donatur serta Wabup.

Santunan diberikan kepada 70 anak yatim dan duafa atau fakir miskin. Disamping mendapatkan santunan meraka juga diberikan voucher makan gratis. Untuk menghibur warga, pihaknya bersama panitia menghadirian artis lokal Jhon Kursi Roda. Tetapi dalam hiburan ini disesuaikan, karena berada di kota santri, maka biduan yang tampil harus menggunakan hijab dan tidak boleh naik joget dan nyawer.

“Tumben kami adakan hiburan ini, karena salawatan. Tapi perlu sekali-sekali, warga perlu bahagia merayakan momen HUT RI sekali dalam setahun,” ujarnya.

Dikatakan, kegiatan ini menyedot partisipasi masyarakat, terbukti sejak awal digelar hingga terakhir, warga ikut meramaikan di kantor desa. Sehingga melalui kegiatan ini pihaknya ingin menjalin kebersamaan masyarakat, mulai dari yang tua, muda hingga anak-anak.

“Jadi ajang silaturahmi mereka, jadi Kita tidak batasi peserta, ada ibu-ibu ikut Son Keleong, anak-anak ikut lari karung dan lainnya itu bagian dari upaya kita berikan ruang,” ujarnya.

Bahkan, untuk mendukung perekonomian masyarakat kecil, pihaknya menyiapkan stand bagi pedagang kecil.

“Alhamdulillah pedagang-pedagang bisa mendapatkan pendapatan cukup signifikan karena kami siapkan tenda (stan),” pungkasnya. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN










VIDEO