Mataram (Suara NTB) – Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat (Lobar) mengusulkan penambahan kuota siswa baru periode 2026. Hal ini dilatarbelakangi potensi jumlah siswa baru mencapai 200 siswa lebih. Angka tersebut jauh dari kuota yang diberikan hanya berjumlah 60 siswa.
Kepala SRMP 18 Lobar, Satria Irwandi mengatakan, kuota yang diberikan di sekolahnya sudah terpenuhi. Namun, pihaknya berencana menambah kuota tambahan mengingat jumlah siswa potensial sangat banyak. Berdasarkan hasil penjangkauan ditemukan sekitar 200 lebih anak yang masuk kategori layak masuk Sekolah Rakyat. Sementara kuota yang diberikan hanya sekitar 60 siswa.
“Informasi dari teman-teman di Dinas Sosial Provinsi NTB maupun kabupaten dan sentra itu kita coba untuk mengusulkan kembali penambahan agar semua siswa terakomodir,” ujarnya kepada Suara NTB Selasa (18/7).
Dengan jumlah siswa yang melebihi kuota ini, kata Satria, akan dicoba disuarakan oleh Dinas Sosial (Dinsos) ke Kementerian Sosial (Kemensos). Upaya tersebut diharapkan dapat membuahkan hasil agar para siswa yang layak dapat mengenyam pendidikan di SRMP 18 Lobar.
Satria menyebut, saat ini jumlah siswa SRMP 18 Lobar sebanyak 100 siswa. Ditambah siswa baru sebanyak 60 siswa. Seluruh siswa SRMP 18 Lobar direncanakan akan dipindahkan ke Sekolah Rakyat yang berada di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Ia menerangkan, pemindahan siswa tersebut dilakukan mengingat gedung SR di Lombok Barat masih dalam tahap pengerjaan.
Ia berharap usulan penambahan kuota dapat disetujui oleh pemerintah pusat. Dengan demikian, calon peserta didik di Lobar dapat bersekolah tanpa ada yang tertinggal.
“Semoga nanti ada penambahan kuota dan juga di sana kita harapkan agar kesempatan ini benar-benar didapatkan oleh putra-putri ataupun masyarakat kita yang memang membutuhkan,” pungkasnya. (sib)


