Mataram (Suara NTB) – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyiapkan skenario khusus untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG selama momentum gelaran MotoGP Mandalika 2026.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi sekaligus mencegah antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan, pihaknya telah memetakan sejumlah titik yang berpotensi mengalami peningkatan konsumsi, mulai dari jalur kedatangan penonton hingga kawasan sentra akomodasi.
“Sudah kita petakan, termasuk persiapan kedatangan penonton dan wilayah-wilayah sentra akomodasi tempat mereka menginap. Potensi penambahan kebutuhan LPG untuk UMKM dan kuliner juga kita petakan,” kata Ahad.
Menurutnya, setiap gelaran MotoGP selalu diikuti peningkatan konsumsi energi. Untuk MotoGP 2026, Pertamina memproyeksikan konsumsi BBM meningkat sekitar 5-10 persen, sedangkan LPG diperkirakan naik sekitar 5 persen.
Ahad menegaskan, peningkatan konsumsi tersebut telah diperhitungkan dalam perencanaan pasokan. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat maupun aktivitas ekonomi selama ajang balap internasional itu diharapkan tetap terpenuhi.
Terkait antrean yang masih terjadi di sejumlah SPBU, Ahad mengatakan kondisi tersebut perlu dilihat berdasarkan penyebabnya. Antrean, menurutnya, tidak selalu menunjukkan kelangkaan produk.
“Kalau masyarakat mengantre, tentunya masyarakat tahu barangnya ada. Bentuk antrean itu menunjukkan masyarakat menunggu karena barangnya ada, bukan barangnya langka,” ujarnya.
Pertamina juga terus mengevaluasi pola konsumsi di lapangan, termasuk peningkatan kebutuhan pada momentum tertentu. Setiap kenaikan permintaan akan menjadi dasar penyesuaian distribusi dan suplai.
Khusus selama tiga hari utama balapan MotoGP Mandalika pada Oktober 2026 ini, Pertamina menyiapkan pola distribusi berbeda. Pengiriman BBM ke SPBU dan lembaga penyalur di sekitar kawasan sirkuit akan lebih banyak dilakukan pada malam hingga dini hari.
“Terutama pada hari-hari balapan, tiga hari utama itu, pengiriman dilakukan malam hari supaya tidak mengganggu aktivitas masyarakat di siang hari. Dini hari kita kirimkan ke SPBU atau lembaga penyalur yang berada di sekitar sirkuit,” jelasnya.
Strategi tersebut diharapkan membuat stok di SPBU tetap aman tanpa menambah kepadatan lalu lintas pada jam-jam sibuk ketika ribuan penonton bergerak menuju maupun meninggalkan kawasan Mandalika. (bul)


