BerandaPENDIDIKANRaker Konsorsium PTN Kawasan Timur Indonesia Bahas Strategi Percepatan Transformasi KTI

Raker Konsorsium PTN Kawasan Timur Indonesia Bahas Strategi Percepatan Transformasi KTI

- Advertisement -

Mataram (Suara NTB) – Kawasan Timur Indonesia (KTI) masih menghadapi berbagai tantangan dalam mendorong pembangunan dan peningkatan daya saing. Kondisi tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Rapat Kerja (Raker) Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Indonesia Timur (KPTN-KTI) yang dihadiri Rektor Universitas Mataram (Unram), Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., di Makassar, Rabu (19/8/2026).

Dalam raker tersebut, peserta menyoroti besarnya potensi sumber daya alam KTI, termasuk mineral rare earth yang strategis bagi pengembangan industri masa depan. Namun, potensi tersebut masih dihadapkan pada tantangan berupa produktivitas, kualitas SDM, konektivitas, penguasaan teknologi dan inovasi, serta percepatan hilirisasi sumber daya dan hasil riset

Kampus sebagai Mesin Transformasi KTI

Dalam raker tersebut, perguruan tinggi didorong menjadi salah satu mesin utama transformasi KTI, tidak hanya dalam mencetak SDM unggul, tetapi juga menghasilkan riset dan inovasi serta menghadirkan solusi bagi persoalan pembangunan daerah. Peran tersebut diarahkan melalui tiga fungsi utama, yakni Knowledge Producer, Problem Solver, dan Economic Enabler. Kampus diharapkan mampu menghasilkan pengetahuan dan inovasi yang relevan, menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan, serta mendorong pengembangan inovasi menjadi produk bernilai ekonomi dan memperkuat ekosistem industri daerah.

Rektor Unram, Prof. Sukardi (tiga dari kiri) saat mengikuti Raker KPTN-KTI di Makassar, Rabu (19/8/2026). (Suara NTB/ist)

Untuk mendukung transformasi tersebut, diperlukan kebijakan afirmatif pemerintah, terutama dalam pembiayaan dan pengembangan SDM, guna memperkuat kapasitas perguruan tinggi sekaligus mengurangi kesenjangan antara kawasan timur dan barat Indonesia.

Empat Sektor Prioritas

Terdapat empat sektor strategis yang perlu menjadi fokus pengembangan KTI, yaitu:

  1. Mineral dan hilirisasi, melalui pengolahan sumber daya mineral menjadi produk bernilai tambah.
  2. Maritim dan perikanan, dengan mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan.
  3. Pangan dan pertanian, untuk memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas pertanian.
  4. Energi terbarukan, dengan memanfaatkan potensi energi yang tersedia di berbagai wilayah Indonesia Timur.

Optimalisasi keempat sektor tersebut membutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri. Kampus berperan menghasilkan inovasi dan riset, pemerintah menghadirkan kebijakan yang mendukung, sementara industri mendorong produksi, investasi, pasar, dan komersialisasi hasil hilirisasi.

Lima Agenda Strategis KPTN-KTI 2026

KPTN-KTI juga membahas agenda strategis yang menjadi arah kerja pada 2026. Agenda tersebut meliputi:

  1. Membangun Pusat Unggulan, yang berfokus pada riset, inovasi, dan pengembangan teknologi unggulan daerah.
  2. Memperkuat kolaborasi riset antarperguruan tinggi di KTI untuk mengoptimalkan sumber daya dan kompetensi yang dimiliki masing-masing kampus.
  3. Menghubungkan industri dan perguruan tinggi melalui program magang, joint research, dan transfer teknologi.
  4. Menyiapkan talenta unggul di bidang STEM sekaligus mendorong tumbuhnya kewirausahaan di kawasan Indonesia Timur.
  5. Mengakselerasi hilirisasi dan komersialisasi hasil riset agar inovasi perguruan tinggi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

Rektor Unram Dorong Kebijakan Afirmasi Pemerintah Pusat

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., menyampaikan bahwa PTN di KTI memiliki komitmen untuk bersama-sama mengejar peningkatan prestasi dan daya saing agar mampu bersaing dengan PTN di Kawasan Barat Indonesia.

Prof. Sukardi (Suara NTB/ist)

“PTN-KTI sepakat untuk melaksanakan program afirmasi dalam rangka mengejar prestasi seperti di PTN Kawasan Barat Indonesia. Oleh karena itu, besar harapan kami agar pemerintah pusat memberikan bantuan UKT bagi mahasiswa desil 1 sampai dengan desil 6,” ujar Rektor Unram.

Menurutnya, kebijakan afirmatif tersebut penting untuk memastikan keterjangkauan pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kualitas SDM di KTI.

Rektor ke-11 Unram juga berharap KPTN-KTI ke depan semakin kuat dan mampu menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi, meningkatkan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU), serta mendorong perguruan tinggi di KTI semakin kompetitif menuju World Class University (WCU). (ron/*)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO