PEMERINTAH Kelurahan Karang Baru mencatat, jumlah penerima bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras pada alokasi Februari–Maret 2026 sebanyak 1.131 orang. Sementara pada penyaluran alokasi Juli–September 2026, jumlah penerima berkurang menjadi 1.032 orang.
Dengan demikian, terdapat pengurangan sebanyak 99 penerima dibandingkan alokasi sebelumnya. Meski terjadi perubahan data penerima, hingga proses penyaluran berlangsung belum ada masyarakat yang menyampaikan keberatan atau memprotes pengurangan tersebut.
Lurah Karang Baru, Bilyadi Idul Islam, mengatakan pemerintah kelurahan akan memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai perubahan jumlah penerima bantuan. Hal tersebut penting dilakukan agar masyarakat memahami bahwa data penerima bukan ditentukan oleh pemerintah kelurahan.
“Kita sampaikan apa adanya bahwa datanya kita terima dan tinggal bagaimana saja,” ujarnya, Jumat (21/8).
Bilyadi menjelaskan, data penerima bantuan CPP diterima pemerintah kelurahan melalui Perum Bulog dan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram. Data tersebut bersumber dari pemerintah pusat dan telah melalui proses verifikasi berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menurut Bilyadi, pemahaman tersebut perlu disampaikan kepada masyarakat. Terlebih, bantuan CPP merupakan program pemerintah yang penerimanya ditetapkan berdasarkan data sosial ekonomi yang menjadi acuan pemerintah.
“Jadi, kita tidak menentukan siapa yang dapat dan siapa yang tidak. Data itu kita terima dari pemerintah pusat melalui Bulog dan DKP,” katanya.
Ia berharap masyarakat dapat memahami perubahan tersebut sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tingkat kelurahan. Sampai saat ini, pihaknya juga belum menerima laporan ataupun keluhan dari masyarakat terkait berkurangnya jumlah penerima bantuan.
Selain perubahan jumlah penerima, terdapat perbedaan skema penyaluran bantuan CPP pada periode Juli–September 2026. Pada alokasi tiga bulan tersebut, setiap penerima mendapatkan bantuan beras sebanyak 30 kilogram yang disalurkan sekaligus.
Skema itu berbeda dengan penyaluran sebelumnya. Pada alokasi Februari–Maret, bantuan diberikan untuk dua bulan dengan total beras sebanyak 20 kilogram dan disertai minyak goreng.
Bilyadi mengatakan, perubahan skema tersebut juga menjadi bagian yang perlu dijelaskan kepada masyarakat agar penerima memahami jumlah bantuan yang diterima pada periode kali ini.
Sementara itu, proses penyaluran bantuan beras di Kelurahan Karang Baru masih berlangsung di kantor kelurahan. Penyaluran dilakukan dengan pengawasan dari pihak Bulog bersama jajaran pemerintah kelurahan.
Bilyadi menyebutkan, penyaluran bantuan kemungkinan memasuki tahap akhir pada Jumat (21/8). Pihak kelurahan terus memantau proses pembagian agar bantuan diterima oleh masyarakat yang telah masuk dalam daftar penerima.
“Untuk penyaluran sudah mulai, mungkin hari ini terakhir pembagiannya. Sementara ini, laporan masyarakat masih aman,” pungkasnya. (pan)


