Mataram (suarantb.com) – Beasiswa pendidikan vokasi SMK Unggulan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) atau AMMAN bukan sekadar program tanggung jawab sosial perusahaan. Beasiswa ini hadir untuk membantu anak-anak lingkar tambang menggapai impian mereka.
Maulida Nila Mardianto, gadis asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tak menyangka akan meraih mimpinya menjadi staf perhotelan sesaat setelah lulus SMK. Ia tergabung dengan 85 anak penerima beasiswa SMK Unggulan AMMAN pada tahun 2023. Saat itu, Maulida sempat merasa ragu, tetapi berkat dorongan orang tuanya, ia terpilih untuk diberangkatkan ke salah satu SMK di Pulau Jawa, yaitu SMK Swasta PGRI 2 Kaliwungu, Provinsi Jawa Tengah dan mendapatkan beasiswa penuh atau full cover dari kelas X hingga lulus SMK.
Ia langsung mendapatkan pekerjaan pertamanya setelah lulus dengan beasiswa penuh dari AMMAN di pertengahan tahun 2026 lalu. Maulida bekerja sebagai salah satu staf hotel di Jawa Tengah sesaat setelah ia lulus dari sekolahnya.
“Beasiswanya penuh, sekolah kita dibayarin, peralatan sekolah, laptop, bayar kos-kosan. Terus ada uang jajan per minggu, sama uang makan, transportasi juga. Kalau sakit juga kita dibayarin,” ujarnya kepada Suara NTB, beberapa waktu lalu.
Program beasiswa SMK Unggulan AMMAN ini sangat membantu ia dan keluarganya. Meski tidak berasal dari keluarga miskin, ia mengaku adanya program tersebut membantu memuluskan jalannya untuk mencapai cita-citanya. Bahkan, ia tidak lagi meminta uang kepada orang tua sejak AMMAN hadir memberikan beasiswa untuk dirinya.
Maulida mengaku, dari awal mula ia masuk hingga lulus SMK, dirinya sudah mendapatkan pekerjaan di kelas industri yang disediakan langsung oleh sekolahnya. Berbekal dari sana, belum sempat mengambil ijazahnya, dia sudah mendapatkan pekerjaan di salah satu hotel di Jawa Tengah.

Menurutnya, AMMAN sangat berperan penting dalam jalannya menuju cita-citanya menjadi seorang chef.
“Terbantu banget. (Beasiswa SMK Unggulan AMMAN) 99 persen mendukung banget sih, sangat-sangat amat terbantu. Beasiswanya kan full cover, 100 persen malah,” ucapnya.
Meski mendapat beasiswa penuh, siswa jurusan Tata Boga ini mengaku AMMAN tidak membatasi minat dan keterampilannya. Ia bebas memilih jurusan sendiri, dan menentukan bagaimana perkembangan kariernya ke depan.
“Nanti kan kami tulis kayak data diri. Kami senangnya apa, nanti dilihat oleh AMMAN, kalau menurut mereka cocok, kami punya passion di situ. Misalnya tata boga, yaudah ambil tata boga. Jadi tetap dipilih dari sana,” katanya.
Di samping bisa memilih karier sendiri, Maulida mengungkapkan AMMAN juga memberikan karpet merah kepada siswa penerima beasiswa mereka. Para penerima beasiswa melanjutkan bekerja di AMMAN, asal sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan jurusan siswa.
Selain untuk siswa SMK, perusahaan tambang terbesar di NTB itu juga menyediakan beasiswa pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) NTB, Syamsul Hadi, memberikan dukungan penuh terhadap program beasiswa dari AMMAN ke siswa-siswa yang ada di KSB dan Sumbawa. Menurutnya, banyak siswa NTB, bahkan yang berada di pelosok KSB dan Sumbawa berhasil meraih mimpinya lewat program tersebut.
Adanya program ini dinilai mampu membantu pemerintah untuk memberantas rantai putus sekolah yang masih kerap terjadi di NTB. Ia menilai, AMMAN tidak hanya menentukan denyut nadi pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga meningkatkan sumber daya manusia yang ada di sekitar tambang.
Ia melanjutkan, AMMAN menjadi salah satu perusahaan yang menyediakan beasiswa ke masyarakat NTB. Di sektor pendidikan, telah ada puluhan hingga ratusan warga KSB dan Sumbawa yang tercatat sebagai penerima beasiswa tersebut.
“Itu kan bagus. Artinya semacam harus dijadikan peluang oleh SMK yang ada di situ, terutama yang memiliki relevansi program studi atau keahlian sesuai dengan kebutuhan AMMAN,” ujarnya.
Sebagai pemerintah daerah, ia dengan tangan terbuka menerima apabila AMMAN membutuhkan adanya bantuan dari Pemprov NTB. Bahkan, ia mengaku akan mendorong SMK di NTB agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bisa berperan dalam mendidik siswa penerima beasiswa AMMAN.
“Kan bisa kita jadikan sebagai potensi mitra, melakukan kemitraan agar anak-anak SMK bisa terserap di dunia usaha maupun industri. Kami harapkan SMK-SMK yang ada di NTB juga menjadi salah satu tujuan. Menjadi bagian dari tujuan mereka,” kata Syamsul Hadi.
Menurutnya, adanya program beasiswa pendidikan dari AMMAN ini sangat sejalan dengan program-program pemerintah daerah, bahkan pemerintah pusat. Berbekal pendidikan yang diterima selama tiga tahun, para penerima beasiswa AMMAN ini dinilai mampu menggerakkan roda-roda industri di daerah.
“Inspirasi kita ada SMK yang benar-benar menjalankan program link and match secara utuh. Yaitu menghubungkan kebutuhan industri dengan sekolah. Sehingga sekolah benar-benar menjadi tempat untuk menyiapkan mereka bekerja di industri,” jelasnya.
Bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Beasiswa Unggulan AMMAN tidak hanya menjadi bantuan pendidikan bagi masyarakat di lingkar tambang. Tetapi juga membantu Pemkab dalam mewujudkan visi misi Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera.
Bupati Sumbawa, H. Syarafuddin Jarot menyampaikan, pihaknya sangat mengapresiasi perusahaan tambang emas dan tembaga terbesar di NTB itu karena telah menghadirkan Corporate Social Responsibility (CSR) yang benar-benar membantu sosial masyarakat. Termasuk dengan bantuan beasiswa pendidikan yang diberikan oleh AMMAN.
“Program ini sangat sejalan dengan visi kami, Sumbawa Unggul Maju Sejahtera, yang salah satu pilarnya adalah keunggulan sumber daya manusia,” katanya.
Dikutip dari laman resmi PT Amman Mineral, Program Beasiswa SMK Unggulan AMMAN merupakan inisiatif grup Amman Mineral Internasional (AMMAN), perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia, yang mengoperasikan tambang Batu Hijau di Pulau Sumbawa, untuk menyediakan pendidikan dan pelatihan vokasi bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Vice President Policy & Permitting dan Social Impact AMMAN, Priyo Pramono, menyampaikan di tahun ini AMMAN kembali membuka beasiswa untuk anak-anak KSB dan Sumbawa. Beasiswa ini merupakan upaya berkelanjutan AMMAN untuk terus menjembatani kesempatan generasi muda yang memiliki mimpi dan ambisi besar melanjutkan ke sekolah vokasi.
“Pendidikan vokasi memberikan keunggulan kompetitif berupa keterampilan praktis dan kesiapan kerja yang matang, sehingga para lulusannya siap dan terhubung langsung untuk berkontribusi di dunia industri maupun berwirausaha secara mandiri,” katanya dalam keterangan resmi.
Pendidikan vokasi merupakan salah satu cara efektif untuk membuka peluang kerja bagi masyarakat, karena dirancang sesuai dengan kebutuhan industri dan visi pemerintah dalam mengembangkan wilayah KSB. AMMAN menjalankan berbagai program beasiswa pendidikan vokasi, berkolaborasi dengan berbagai mitra pelatihan yang kompeten.
Hingga saat ini, ratusan siswa berprestasi telah menjadi AMMAN Scholars dan memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di berbagai sekolah vokasi terbaik di Indonesia.
Program ini dirancang untuk menjembatani potensi generasi muda lokal dengan standar industri nasional dan internasional melalui kemitraan dengan sejumlah SMK unggulan, antara lain SMK Raden Umar Said, SMK Wisudha Karya, SMK PGRI 1, SMK PGRI 2, SMK NU Banat, SMK NU Ma’arif, SMK Brantas Karangkates, dan SMK PGRI 2.
PT Amman Mineral menyediakan sejumlah program beasiswa, mulai dari beasiswa vokasi dan beasiswa program. Beasiswa vokasi mencakup beasiswa DKV Desain Grafis, Teknik Otomasi Industri, Teknik Ketenagalistrikan, Animasi 3D, Perhotelan, Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim, Teknik Pengelasan, dan Tata Busana.
Sementara, untuk beasiswa program mencakup beasiswa pelatihan seperti pelatihan dasar mekanik alat berat, D3 unggulan Amman, beasiswa pelatihan data analyst, pelatihan full stack developer, data scientist, network engineering, hingga pelatihan software engineering.
Baru-baru ini, AMMAN juga memberikan beasiswa fellowship sepak bola kepada 73 remaja yang ada di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat. Melalui Amman Football Fellowship, 61 peserta melanjutkan pendidikannya di mitra vokasi AMNT. Sementara 12 lainnya mengikuti pembinaan di PSS Development Center Yogyakarta. (era)


