PEMERINTAH Provinsi NTB memastikan perhelatan MotoGP Mandalika 2026 berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Di tahun ini, MotoGP Mandalika dirancang ramah disabilitas. Penyandang disabilitas akan diberikan akses dan penanganan khusus selama MotoGP Mandalika berlangsung.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB, Ahmad Nur Aulia pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Ia mengatakan, pada tahun kelima penyelenggaraan MotoGP di Mandalika, pihaknya melakukan evaluasi total. Di tahun ini, kesiapan panitia di daerah dinilai semakin matang karena MotoGP Mandalika bukan lagi merupakan pengalaman pertama.
“Kita sudah hampir biasa lah dalam menghelat MotoGP, tapi tentunya ada catatan-catatan dari penyelenggara yang mungkin ada yang baru, bahwa sekarang akan diberikan akses khusus bagi kaum disabilitas, ya tentunya penanganan juga khusus,” ujarnya.
Dari sisi penjualan tiket, target penonton tahun ini berada di angka 145 ribu. Berdasarkan data terakhir, penjualan tiket disebut telah mendekati 50 persen dari target tersebut. Sementara itu, untuk kesiapan panitia daerah, berbagai agenda yang selama empat tahun dilakukan kembali dipersiapkan. Mulai dari kesiapan akomodasi, transportasi, hingga side event untuk agenda motor internasional tersebut.
Selain agenda utama di sirkuit, side event juga menjadi perhatian. Mantan Kepala DPMD Dukcapil itu mengaku kegiatan pendukung MotoGP tidak hanya terpusat di dalam sirkuit, tetapi juga tersebar di berbagai kawasan destinasi wisata sehingga masyarakat dan pelaku usaha lokal dapat memperoleh manfaat ekonomi.
“Kita harapkan side event ini juga ya walaupun skalanya tidak besar. Tapi ini juga harus dimanfaatkan oleh masing-masing destinasi wisata,” katanya.
Ia berharap, wisatawan yang datang untuk menyaksikan MotoGP tidak hanya menghabiskan waktu di sekitar sirkuit. Mereka juga didorong untuk menikmati kuliner, atraksi dan destinasi wisata yang ada di berbagai kawasan.
Pemprov juga menyiapkan konser musik pada malam setelah rangkaian pelaksanaan MotoGP. Kehadiran artis nasional seperti Judika dan Happy Asmara diharapkan turut menjadi daya tarik bagi penonton.
Aulia juga mendorong kedatangan pembalap dan kru MotoGP bisa memperkenalkan destinasi wisata unggulan di NTB. Pengalaman tahun sebelumnya, katanya ada beberapa pembalap yang berkunjung ke kawasan Gunung Rinjani. Kunjungan pembalap tersebut dinilai bisa menjadi promosi gratis.
“Ya tentunya itu yang semestinya kita harapkan, orang yang datang berkenaan dengan MotoGP tidak hanya menikmati di sekitar sirkuit saja, tetapi ini bisa menikmati semua desinasi-desinasi kita kan gitu loh,” ucapnya.
Untuk promosi destinasi wisata, Pemprov juga akan bekerja sama dengan pelaku industri pariwisata, termasuk travel agent, dengan membuat paket wisata yang menarik bagi pembalap, kru, maupun penonton.
Adapun untuk kesiapan transportasi, Aulia membeberkan transportasi udara, laut, dan darat masih dipersiapkan hingga hari H MotoGP. Untuk transportasi udara, General Manager (GM) Angkasa Pura, jelas Aulia kini tengah menyiapkan extra flight untuk kebutuhan MotoGP.
Begitupun dengan kesiapan transportasi laut dan infrastruktur jalan. Pusat, katanya akan segera memperbaiki sejumlah titik jalan yang rusak di Bypass Mandalika, termasuk juga dengan pengadaan penerangan jalan umum (PJU) di kawasan tersebut. (era)


