Mataram (Suara NTB) — Sebanyak 55 mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) resmi mengikuti Kelas Riset Angkatan VI sebuah Program Lulus Tanpa Skripsi. Program yang dibuka di Aula FKIP Ummat, Jumat (21/8/2026), tersebut kembali menegaskan komitmen FKIP Ummat dalam membangun budaya riset dan publikasi ilmiah di kalangan mahasiswa.
Kelas Riset Angkatan VI dibuka langsung oleh Dekan FKIP Ummat, Dr. Muhammad Nizaar. Program ini dirancang untuk membentuk mahasiswa yang memiliki kapasitas lebih dalam penelitian, khususnya penguasaan metodologi, analisis data, penulisan artikel ilmiah, hingga publikasi pada jurnal terakreditasi nasional maupun jurnal internasional bereputasi, sehingga layak Lulus Tanpa Skripsi
Menariknya, pembukaan Angkatan VI sekaligus menjadi momentum untuk menunjukkan capaian Angkatan V. Sebanyak 35 mahasiswa Kelas Riset Angkatan V dinyatakan berhasil menyelesaikan program, dengan capaian publikasi yang cukup menonjol.
Secara simbolik, Muhammad Nizaar menyerahkan Sertifikat Kelulusan Kelas Riset Angkatan V kepada perwakilan mahasiswa. Para peserta tidak hanya menyelesaikan rangkaian pembelajaran riset, tetapi juga berhasil menghasilkan artikel yang dipublikasikan pada jurnal Sinta 1 dan Sinta 2.
Bahkan, terdapat mahasiswa yang berhasil menerbitkan 2 hingga 3 artikel pada jurnal Sinta 2. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa Kelas Riset mulai diarahkan bukan sekadar sebagai program pembinaan akademik, melainkan sebagai jalur percepatan mahasiswa untuk menghasilkan karya ilmiah yang memiliki rekam jejak publikasi.
Dalam sambutannya, Muhammad Nizaar menegaskan bahwa mahasiswa yang masuk Kelas Riset harus memiliki karakter dan kapasitas yang berbeda dari mahasiswa pada umumnya.
“Mahasiswa Kelas Riset harus memiliki perbedaan dengan mahasiswa biasa. Pertama, memiliki bobot yang tinggi dalam kapasitas keilmuan, terutama ilmu metodologi penelitian dan analisis data,” tegasnya.
Menurut Muhammad Nizaar, penguasaan metodologi penelitian dan analisis data menjadi fondasi utama bagi mahasiswa untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas. Namun, kemampuan akademik tersebut harus berjalan beriringan dengan kecepatan menyelesaikan setiap tahapan riset.
Karena itu, ia menekankan karakter kedua yang wajib dimiliki peserta Kelas Riset adalah kecepatan.
“Yang kedua adalah kecepatan dalam menyelesaikan seluruh tugas dalam Kelas Riset sampai mendapatkan LoA dari pihak jurnal,” ujarnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi 55 peserta Angkatan VI agar tidak hanya aktif mengikuti kegiatan, tetapi mampu menyelesaikan seluruh tahapan secara terukur hingga artikel mereka diterima oleh jurnal tujuan.
Turut memberikan materi dan motivasi, Wakil Dekan I FKIP Ummat, Dr. Intan Dwi Hastuti. Ia menekankan bahwa publikasi ilmiah mahasiswa memberikan manfaat ganda, baik bagi mahasiswa maupun bagi institusi.
Bagi mahasiswa, pengalaman menulis dan menerbitkan artikel menjadi modal akademik sekaligus rekam jejak ilmiah yang dapat mendukung pengembangan karier mereka ke depan. Sementara bagi lembaga, meningkatnya produktivitas publikasi mahasiswa akan memperkuat reputasi akademik Ummat di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Dr. Syaharuddin, selaku Pembina Kelas Riset sekaligus Koordinator Rumah Jurnal FKIP, menyampaikan target agar seluruh 55 peserta Angkatan VI dapat menyelesaikan program hingga memperoleh Letter of Acceptance (LoA).
“Harapannya, 55 orang ini dapat selesai sampai mendapatkan LoA,” ujarnya.
Syaharuddin menambahkan, penguatan Kelas Riset kini didukung dengan keberadaan Rumah Jurnal FKIP yang baru ditetapkan melalui Surat Keputusan Dekan FKIP Ummat.
Menurutnya, Rumah Jurnal diharapkan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem riset dan publikasi yang lebih terstruktur di lingkungan FKIP. Tidak hanya mendampingi mahasiswa dalam Kelas Riset, Rumah Jurnal juga diharapkan dapat mengawal progres riset dan publikasi mulai dari penyusunan penelitian, pengolahan dan analisis data, penulisan artikel, proses submit, hingga artikel memperoleh LoA.
“Rumah Jurnal FKIP diharapkan dapat mengawal ekosistem riset dan publikasi di FKIP, termasuk seluruh progres di Kelas Riset. Jika dimungkinkan, kami juga akan membantu mengupayakan dukungan pendanaan untuk biaya publikasi,” jelasnya.
Pembekalan Kelas Riset Angkatan VI selama dua hari tidak hanya diisi oleh pimpinan dan pembina program. Sejumlah alumni Kelas Riset Angkatan III, IV, dan V turut hadir untuk memberikan motivasi sekaligus berbagi pengalaman kepada peserta baru.
Para alumni menceritakan pengalaman mereka selama mengikuti proses Kelas Riset, mulai dari menentukan topik penelitian, menyusun instrumen, mengolah dan menganalisis data, menulis artikel, memilih jurnal, melakukan submit, menghadapi proses review, hingga akhirnya berhasil memperoleh publikasi pada jurnal Sinta 2.
Dengan dibukanya Kelas Riset Angkatan VI dan capaian publikasi Angkatan V, FKIP Ummat menegaskan komitmennya untuk memperkuat tradisi akademik berbasis riset. Program tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan mahasiswa yang produktif menulis, tetapi juga melahirkan generasi akademisi muda yang memiliki kemampuan metodologi, analisis data, serta pengalaman publikasi ilmiah pada tingkat nasional dan internasional. (ron)


