Praya (Suara NTB) – Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah (Loteng), Adi Bagus Karya Putra, mendorong adanya intervensi anggaran dari pemerintah daerah dalam upaya membantu pemulihan pasca kebakaran kampung adat Sade Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Khususnya dalam rangka mendukung percepatan rekontruksi rumah adat yang terbakar. Tidak hanya berharap atau bergantung dari bantuan yang masuk saja.
Salah satu sumber anggaran yang bisa digunakan yakni dari pos Belanja Tidak Terduga (BTT). Dalam hal ini Fraksi Partai Demokrat DPRD Loteng mendorong pemanfaatan BTT tersebut. Tentunya dengan tetap mempertimbangkan ketentuan-ketentuan yang ada. Supaya tidak sampai menimbulkan persoalan baru.
Terlebih, alokasi BTT di APBD perubahan tahun 2026 ini ada peningkatan. Dari semula hanya sebesar Rp2,5 miliar naik menjadi sekitar Rp9 miliar.”Selama tidak menyalahi regulasi, BTT juga bisa dimanfaatkan untuk membantu pemulihan kampung adat Sade. Dan, kita dorong itu,” ujar Adi Bagus Karya Putra kepada Suara NTB, Kamis (27/8).
Ditemui di kampung adat Sade Desa Rembitan usai menyalurkan ratusan paket bantuan kepada warga terdampak, Adi Bagus mengatakan, aspirasi yang paling banyak disampaikan warga terdampak yakni soal rekontruksi rumah adat.
Warga sangat berharap proses rekontruksi atau pembangunan kembali rumah adat bisa dilakukan secepatnya. Hal itu patut menjadi perhatian pemerintah daerah. Bagaimana supaya proses rekontruksi rumah adat bisa segera terlaksanakan seperti yang diharapkan oleh warga.
“Karena rumah-rumah adat sebelumnya sudah habis semunya dan nyaris tidak ada yang tersisa. Maka rekontruksi penting segera dilakukan. Sebagai salah satu upaya memulihkan kondisi warga terdampak,” ujanya.
Dalam proses rekontruksi nantinya, pelibatan lembaga adat maupun tokoh masyarakat setempat jadi satu keharusan. Bahkan, mereka bisa menjadi pemimpin dalam proses pembangunan ulang rumah adat Sade. Karena yang paling tahu dan paham betul tentang konsep rumah adat Sade adalah warga itu sendiri.
Disinggung terkait dorongan intervensi BTT untuk penanganan pemulihan kampung adat Sade, Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P.,M.A.P., yang dikonfirmasi terpisah mengaku akan mempertimbangkannya. Hanya saja untuk saat ini pihaknya belum membahas kemungkinan intervensi BTT. Pemerintah daerah masih fokus penanganan pascakebakaran. “Soal BTT nanti akan kita lihat,” sebutnya.
Terkait bantuan yang disalurkan kepada warga terdampak kebakaran, Adi Bagus mengatakan ada seratusan paket kebutuhan pokok yang sudah disalurkan oleh DPC Partai Demokrat Loteng. (kir)


