Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini memastikan sudah menyiapkan personel untuk menyukseskan gelaran Pilkades yang diikuti 20 desa digelar bulan September 2026. Sejumlah titik rawan juga sudah dipetakan untuk menekan terjadinya potensi kericuhan.
“Pada prinsipnya kami siap menyukseskan gelaran Pilkades di 20 desa, kami juga mulai memetakan titik rawan yang berpotensi menimbulkan gangguan kantibmas saat pelaksanaan nanti,” kata Marieta kepada wartawan, Senin (31/8)
Pengamanan di tahap pemungutan suara,pihaknya melibatkan sekitar 175 personel. Personel tersebut tidak hanya dari masing-masing polsek melainkan juga dari Polres termasuk dari Brigade Mobil (Brimob)
Bahkan di masing-masing desa kata dia,juga akan disiapkan minimal satu orang anggota polri di luar anggota dari polsek. Selain itu, ada juga anggota yang akan melakukan patroli rutin untuk memastikan kondisi aman dan juga kondusif di masing-masing desa yang akan melaksanakan pilkades.
“Sengaja kita siapkan tim patroli rutin untuk membantu peran Bhabinkamtibmas dalam menjaga kondusifitas. Memaksimalkan penjagaan dilakukan, agar tidak terjadi hal tidak diinginkan,” ujarnya.
Menurut Marieta, beberapa hal yang dianggap rawan gangguan kantibmas saat pelaksanaan Pilkades, seperti money politik dan aksi perjudian,sehingga yang kalah dalam perjudian pasti akan membela calonnya meskipun dinyatakan kalah.
Ia menambahkan, personil yang terlibat pengamanan tetap akan melakukan patroli rutin dengan memberikan imbauan kepada masyarakat. Pilkades merupakan proses demokrasi di tingkat desa yang bertujuan untuk membangun kembali kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera.
“Jangan sampai dengan adanya kepentingan golongan tertentu baik yang kalah maupun yang menang sehingga proses demokrasi tersandera. Kami berharap semua pihak untuk bisa bersama-sama menjunjung tinggi demokrasi dan menjaga kondusifitas wilayah,” demikian katanya mengingatkan. (ils)


